Home Berita 63 Artis Masuk Daftar Bacaleg 2019, Perludem: Siasat Partai Tembus Ambang Batas Parlemen

63 Artis Masuk Daftar Bacaleg 2019, Perludem: Siasat Partai Tembus Ambang Batas Parlemen

0
1
689

63 artis terjaring dalam daftar bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI 2019. Nama 63 artis tersebar di sepuluh partai politik peserta pemilu. Partai NasDem merupakan partai politik dengan jumlah bacaleg artis terbanyak, yakni 25 orang.

Manohara Odelia Pinot, Olla Ramlan, Kristina, Afdal, Nurul Qomar, Adly Fairuz, Mandra, Della Puspita, Conny Dio, Farhan, Lucky Hakim, Diana Sastra, Sahrul Gunawan, Ferly Putra, Krisna Mukti, Wanda Hamidah, Nafa Urbac, Cut Meyriska, Vicky Shu, Jonathan Frizzi, Bertrand Antolin, Okky Asokawati, Lucky Perdana dan Annisa Bahar akan bertarung untuk NasDem.

Di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kridayanti, Ian Kasela, Jeffry Woworuntu, Harvey Malayholo, Lita Zein, Kirana Larasati, Chica Kuswoyo, Iis Sugianto dan Angel Karamoy didaftarkan sebagai bacaleg. Di Demokrat, Dina Lorenza, Taufik Hidayat, Ricky Subagja dan Jene Shalimar akan mengumpulkan pundi suara.

Kemudian, Reza Artamevia, Angel Lelga, dan Charles van Houtten menjadi bacaleg Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Raslina Rasidin, Donny Kusuma, Annisa Trihapsari, Sultan Djorghi dan Andi Arsyil bertarung untuk Partai Beringin Karya (Berkarya).

Tak mau ketinggalan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencalonkan Tommy Kurniawan, Herman dan Ivan grup band Seventeen, Saleh Said Badjuri, Sundari Sukoco, Arzetti Bilbina dan Zora Vidyananda.

Di barisan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Rachel Maryam, Ahmad Dani, dan Fauzi Badillah siap menjadi wakil rakyat. Di Partai Golongan Karya (Golkar), ada Nurul Arifin, Tety Kadi, Charles Bonar Sirait dan Tantowi Yahya.

Di Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio, Primus Yustisio dan Dedy Gumelar menjadi pilihan. Lalu di Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Nidji mencoba peruntungan.

Mengenai banyaknya artis pada perhelatan Pemilu 2019, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai hal tersebut sebagai strategi partai untuk mendulang suara. Pertarungan pada Pemilu 2019 akan lebih sengit karena jumlah partai politik bertambah dan ambang batas parlemen meningkat 0,5 persen.

“Pemilu 2019 ini adalah hidup matinya partai politik. Partai ramai-ramai merekrut orang-orang populer yang punya kemampuan finansial dan basis massa,” kata Titi pada diskusi “Aspek Ekonomi pada Pilkada Serentak 2018” di kantor The Indonesian Institute, Gondnagdia, Jakarta Pusat (19/7).

Titi mengatakan, perubahan metode konversi suara menjadi sainte lague turut mempersengit pertarungan. Pasalnya, metode ini tak memberikan insentif terhadap partai yang memiliki sisa suara.

“Kalau dulu ada insentif sisa suara, sekarang tidak ada lagi. Betul-betul melihat proporsional suara dengan kursi. Jadi memang akan sangat sengit,” ujar Titi.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita

Check Also

Bacaleg Mantan Koruptor Diloloskan Panwaslu, Pegiat Pemilu Mediasi ke KPU dan Bawaslu

Tiga bakal calon anggota legislatif (bacaleg) mantan narapidana kasus korupsi yang dinyata…