Home Berita 9 Fakta Soal Debat Capres-Cawapres Pemilu 2019

9 Fakta Soal Debat Capres-Cawapres Pemilu 2019

Comments Off on 9 Fakta Soal Debat Capres-Cawapres Pemilu 2019
0
514

Rabu (26/12), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat terbuka bersama tim pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dan 02, beserta perwakilan stasiun televisi. Dalam rapat tersebut, KPU mengumumkan perkembangan aturan dan teknis debat yang telah disetujui pada tiga rapat sebelumnya. Simak sembilan fakta mengenai debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Pemilu 2019 per 26 Desember pukul 20.28 WIB.

Tanggal pelaksanaan debat kelima belum ditentukan

Sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang (UU) Pemilu No.7/2017, debat capres-cawapres dilaksanakan sebanyak lima kali. Disetujui dalam rapat, debat pertama dilaksanakan pada 17 Januari, debat kedua 17 Februari, debat ketiga 17 Maret, debat keempat 30 Maret, dan debat kelima belum ditentukan.

Awalnya KPU mengusulkan debat kelima diselenggarakan tanggal 13 April, yakni hari terakhir kampanye sebelum masa tenang dimulai. Namun, paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin tak bersepakat dan mengajukan tanggal 10 April. Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan tanggal 13 April sebab Prabowo telah mengagendakan acara pada 10 hingga 12 April.

Seluruh debat dilaksanakan di hotel di Jakarta

Debat pertama hingga kelima akan diselenggarakan di hotel di Jakarta. Lokasi debat pertama, kedua, dan ketiga sudah dipastikan, namun lokasi debat keempat dan kelima masih dikonfirmasi.  Debat pertama bertempat di Hotel Bidakara, dan debat kedua dan ketiga di Hotel Sultan.

“Jadi baru tiga debat yang tempatnya sudah pasti. Nanti yang empat dan lima akan kami pastikan. Yang jelas semuanya digelar di Jakarta sesuai kesepakatan,” kata Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Debat antar capres tanpa cawapres sebanyak dua kali

Tak seluruh debat akan diikuti oleh masing-masing paslon. KPU memecah tiga debat hanya untuk antar capres dan antar cawapres. Debat pertama diikuti oleh paslon capres-cawapres. Debat kedua, antar capres. Debat ketiga, antar cawapres. Debat keempat, antar capres. Debat kelima, antar paslon capres-cawapres.

Debat diawali dengan pembacaan visi-misi lengkap

Sebelum debat pertama dilaksanakan pada 17 Januari, KPU memberikan ruang kepada Tim pendukung paslon untuk menginformasikan kepada publik visi-misi lengkap paslon melalui siaran televisi. Acara yang akan dilangsungkan tanggal 9 Januari ini ditujukan sebagai pemanasan sebelum debat, agar publik mengetahui keseluruhan visi-misi paslon yang akan dipilih.

“Yang membacakan nanti bisa Tim paslon saja, karena di luar debar yang lima tadi, KPU tidak bisa memaksa paslon untuk hadir karena di UU debat paslon hanya disebut lima kali,” ujar Arief.

Tim paslon Jokowi-Ma’ruf mengatakan Tim paslon yang akan membacakan visi-misi, sedangkan Tim paslon Prabowo-Sandi menyatakan paslon yang akan menyampaikan.

“Memang kami ingin waktu yang lebih panjang dalam pra debat ini agar paslon bisa mengutarakan pikiran-pikiran besarnya. Jadi, baiknya paslon yang menyampaikan,” tukas Sudirman Said, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Arief menanggapi, jika kedua paslon dapat hadir pada 9 Januari, maka paslon yang akan menyampaikan visi-misi utuh. Namun, jika hanya ada satu paslon yang hadir, maka Tim paslon yang hanya dipesilakan untuk maju.

Tema debat beragam

Tema debat pertama yakni hukum, hak asasi manusia (HAM), korupsi, dan terorisme. Tema debat kedua, energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan infrastruktur. Tema debat kampanye ketiga, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan kebudayaan. Tema debat keempat, ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan internasional. Tema debat kelima, ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, dan perdagangan dan industri.

Nama moderator debat belum disepakati

Pada rapat hari Rabu (26/12), nama moderator seluruh sesi debat belum disepakati. Diskusi nama moderator akan dilanjutkan pada 28 Desember dalam suatu rapat tertutup.

Adapun sejumlah nama yang diusulkan oleh media yakni sebagai berikut. Moderator debat pertama, Ira Kusno dan Bayu Sutiyono. Debat kedua, Najwa Shihab dan Toni Cokro. Debat ketiga, Najwa Shihab dan Prabu Revolusi. Debat keempat, Ira Kusno dan Alfito Dinova. Debat kelima, Najwa Shihab dan Ira Kusno.

“Moderator ini tugasnya hanya untuk memandu jalannya debat. Siapa-siapanya akan kami tetapkan dalam sidang tertutup karena ini menyangkut person dan penilaian kedua Tim paslon terhadap masing-masing nama yang diusulkan,” tandas Arief.

Stasiun TV penyelenggara debat telah diundi

Rapat hari Rabu (26/12) menghasilkan stasiun TV penyelenggara debat. Debat pertama akan diselenggarakan oleh oleh TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV. Debat kedua oleh RCTI, Global TV, MNC TV, dan News TV. Debat ketiga oleh Trans TV, Trans 7, dan CNN Indonesia TV. Debat keempat oleh Metro TV, SCTV, dan Indosiar. Debat kelima oleh TV One, ANTV, Berita Satu TV, dan NET TV.

“Stasiun TV yang mendapat undian di debat pertama, itu sebagai penyelenggara. Kalau stasiun TV lain ingin juga menyiarkan, ya boleh saja. Jadi semua stasiun TV pada dasarnya berhak untuk menyiarkan live, grouping stasiun itu sebagai penyelenggara,” terang Arief.

Panelis akan membuat bank soal

Nama-nama panelis sudah ditetapkan oleh KPU. Panelis akan merumuskan materi sesuai dengan tema debat dan menurunkannya ke dalam sepuluh hingga dua puluh pertanyaan. Seluruh pertanyaan kemudian dikirim kepada paslon, namun pada saat debat, hanya satu pertanyaan yang akan diambil dan dijawab oleh paslon.

“Jadi mereka tahu betul dua puluh pertanyaan itu apa saja. Tetapi pada saat debat, di antara dua puluh pertanyaan itu tidak semua diajukan, diambil salah satu pertanyaan. Itulah yang akan dijawab oleh paslon,” jelas Arief.

Debat dilaksanakan dalam waktu 120 menit

Durasi debat ditetapkan selama 120 menit. 90 menit untuk segmen debat dan 30 menit untuk jeda iklan.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Aktivis Perempuan Ajak Para Pihak Kawal Perolehan Suara Perempuan Caleg

Tingkat persentase keterpilihan perempuan calon anggota legislatif (caleg) masih rendah. P…