Home Wawancara BEM UI: Selama Profesional dan Independen, Masyarakat Akan Dukung KPU

BEM UI: Selama Profesional dan Independen, Masyarakat Akan Dukung KPU

Comments Off on BEM UI: Selama Profesional dan Independen, Masyarakat Akan Dukung KPU
0
509

Menuju rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menginisiasi petisi #DukungKPU. Petisi yang disebar secara online melalui laman change.org itu mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tetap berlaku independen sampai ditetapkannya pemenang Pilpres 2014. Selain itu, petisi ini juga menuntut penghentian segala bentuk klaim kemenangan pilpres. Berikut petikan wawancara rumahpemilu.org dengan M. Ivan Rainsa, Ketua BEM UI yang menjadi inisiator petisi #DukungKPU di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7).

Apa yang mendasari pembuatan petisi ini?

Pascapilpres (pemungutan-penghitungan suara) 9 Juli, kita melihat teman-teman mahasiswa jangan sampai terjebak dalam kondisi saling klaim kemenangan berdasarkan hasil quick count. Saat itu, kebetulan ada lembaga quick count yang menyatakan pasangan nomor satu menang dan ada juga yang menyatakan pasangan nomor dua menang. Semua saling mengklaim (masing-masing paslon) menang berdasarkan hasil quick count. Bahkan itu sudah dideklarasikan secara resmi oleh masing-masing capres tepat pada tanggal 9 juli.

Bagaimana seharusnya kita bersikap setelah pemungutan suara 9 Juli kemarin?

Bayangan kami, pasca 9 juli, kita berfokus, dengan semangat gotongroyong Indonesia, bareng-bareng menghormati keputusan KPU, siapapun presidennya. Kita bangun Indonesia bareng-bareng ke depan. Jangan sampai upaya yang dilakukan masyarakat mendelegitimasi atau tidak percaya pada hasil yang diputuskan KPU. Sementara KPU adalah lembaga negara resmi yang diamanatkan untuk menyampaikan keputusan resmi siapa presiden dan wakil presiden terpilih tahun 2014.

Apa fokus gerakan petisi mendukung KPU ini?

Petisi ini bersyarat. Syaratnya KPU tetap menjalankan tugasnya secara professional dan independen. Selama itu dijalankan, masyarakat dan khususnya mahasiswa, akan mendukung KPU.

Bagaimana caranya turut berpartisipasi dalam petisi ini?

Petisi sudah mendapat dukungan 7000 sekian dari hari minggu lalu (13/7). Sudah hampir satu pekan. Petisi ini bisa diakses online di change.org, sebuah wadah yang memfasilitasi masyarakat yang ingin menyampaikan petisi atau tuntutan. Bedanya, kami petisinya berbentuk dukungan. Ini adalah sebuah petisi online yang difasilitasi change.org untuk kami bisa menyampaikan kepada masyarakat luas.

Apa bentuk keterlibatan BEM UI dalam pilpres kali ini?

Keterlibatan BEM UI dalam pilpres adalah mengawal pilpres dengan membuat kontrak politik. Kontrak politik yang kita ajukan adalah bentuk edukasi dan bentuk pengawalan. Siapapun presidennya kita akan menagih. Di dalam kontrak politik itu ada enam bidang yang kita kaji.

Bagaimana kelanjutannya hingga saat ini?

Waktu itu, kontrak politik ini belum ditandatangani kedua capres dan cawapres. Akhirnya kita akan coba melaksanakan itu pasca-9 juli. Kita tetap lobi kedua belah pihak untuk menandatangani ini. Setelah tanggal 22 kita melanjutkan poin kontrak politik itu untuk menagih janji.

Di sisi lain, #DukungKPU ini hal insidental karena kita melihat masyarakat semakin panas dan terpolarisasi. Harapannya ini bisa jadi sebuah penyegar di tengah masyarakat. Dua kegiatan ini berjalan paralel. []

Load More Related Articles
Load More By Maharddhika
Load More In Wawancara
Comments are closed.

Check Also

Inovasi dan Teknologi untuk Partisipasi Warga yang Melampaui Masa Pemilu

Berapa kamu mau dibayar untuk menghapus semua akun sosial mediamu? Liz Plank, seorang prod…