Home Liputan Khusus Caleg Mantan Napi Korupsi Bertambah Jadi 81 Orang

Caleg Mantan Napi Korupsi Bertambah Jadi 81 Orang

Comments Off on Caleg Mantan Napi Korupsi Bertambah Jadi 81 Orang
0
341

Selasa (19/2), Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengumumkan 32 calon anggota legislatif (caleg) mantan narapidana atau napi korupsi. Sebelumnya, pada Rabu (30/1) KPU telah mengumumkan 49 nama caleg mantan napi korupsi (Baca http://rumahpemilu.org/kpu-umumkan-nama-49-caleg-mantan-koruptor-pileg-2019/). Per 19 Februari 2019, total jumlah caleg mantan napi korupsi sebanyak 81 orang.

Berikut nama 81 caleg mantan napi korupsi yang tersebar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dari 14 partai politik peserta pemilu.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

  1. Muhammad Asril Ahmad, dapil DPRD Provinsi Maluku Utara 3, nomor urut 4.
  2. Welhelmus Tahalele, dapil DPRD Provinsi Maluku Utara 3, nomor urut 2.
  3. Mudasir, dapil DPRD Provinsi Jawa Tengah 4, nomor urut 1.
  4. Ahkmad Ibrahim, dapil DPRD Kabupaten Maluku Utara 3, nomor urut 5.
  5. Y H.M. Warsit, dapil DPRD Kabupaten Blora 3, nomor urut 1.
  6. Moh Nur Hasan, dapil DPRD Kabupaten Rembang 4, nomor urut 1.
  7. Rachmad Santoso, dapil DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, nomor urut 1.
  8. Darjis, dapil DPRD Kabupaten Ogan Ilir 4, nomor urut 1.
  9. Andi Wahyudi Etong, dapil DPRD Kabupaten Pinrang 1, nomor urut 1.
  10. Hasanudin, dapil DPRD Kabupaten Banjarnegara 5, nomor urut 1.
  11. Bonar Zeitsel Ambarita, dapil DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 9.

Partai Golongan Karya (Golkar)

  1. Achmad Junaidi Sunardi, dapil DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 4.
  2. Hamis Usman, dapil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara 3, nomor urut 1.
  3. Desy Yusandi, dapil DPRD Provinsi Banten 6, nomor urut 4.
  4. Agus Mulyadi, dapil DPRD Provinsi Banten 9, nomor urut 5.
  5. Petrus Nauw, dapil DPRD Provinsi Papua Barat 2, nomor urut 12.
  6. Heri Baelanu, dapil DPRD Kabupaten Pandeglang 1, nomor urut 9.
  7. Dede Widarso, dapil DPRD Kabupaten Pandeglang 5, nomor urut 8.
  8. Saiful T. Lami, dapil DPRD Kabupaten Tojo Una-Una 1, nomor urut 12.
  9. Edy Muklison, dapil Kabupaten Blitar 4, nomor urut 1.
  10. Christofel Wonatorei, dapil DPRD Kabupaten Waropen 1, nomor urut 6.

Partai Demokrat

  1. Firdaus Djailani, dapil DPRD Provinsi Bengkulu 5 nomor urut 1.
  2. Jones Khan, dapil DPRD Kota Pagar Alam 3, nomor urut 1.
  3. Jhony Husban, dapil DPRD Kota Cilegon 1, nomor urut 4.
  4. Syamsudin, dapil DPRD Kabupaten Lombok Tengah 5, nomor urut 6.
  5. Darmawati Dareho, dapil DPRD Kota Manado 4, nomor urut 1.
  6. Farit Wijaya, dapil DPRD Kabupaten Pesisir Barat 2, nomor urut 6.
  7. Imam Subandi, dapil DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir 4, nomor urut 6.
  8. Syamsudin Olii, dapil DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 1, nomor urut 6.
  9. Rahmanuddin, dapil DPRD Kabupaten Luwu Utara 1, nomor urut 7.
  10. Polman, dapil DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 4.

Partai Beringin Karya (Berkarya)

  1. Muhlis, dapil DPRD Provinsi Sulawesi Selatan 3, nomor urut 8.
  2. Mieke L. Nangka, dapil DPRD Provinsi Sulawesi Utara 2, nomor urut 4.
  3. Arief Armain, dapil DPRD Provinsi Maluku Utara 4, nomor urut 1.
  4. Yohanes Marinus Kota, dapil DPRD Kabupaten Ende 1, nomor urut 1.
  5. Andi Muttamar Mattotorang, dapil DPRD Kabupaten Bulukumba 3, nomor urut 9.
  6. Zambri, dapil DPRD Kabupaten Pasaman Barat 1, nomor urut 6.
  7. Djekmon Amisi, dapil DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud 3, nomor urut 2.

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

  1. Moh Taufik, dapil DPRD Provinsi DKI Jakarta 3, nomor urut 1.
  2. Herry Jones Johny Kereh, dapil DPRD Provinsi Sulawesi Utara 1, nomor urut 2.
  3. Husen Kausaha, dapil DPRD Provinsi Maluku Utara 4, nomor urut 2.
  4. Ferizal, dapil DPRD Kabupaten Belitung Timur 1, nomor urut 4.
  5. Mirhammuddin, dapil DPRD Kabupaten Belitung Timur 2, nomor urut 1.
  6. Al Hajar Syahyan, dapil DPRD Kabupaten Tanggamus 4, nomor urut 1.

Partai Amanat Nasional (PAN)

  1. Abdul Fattah, dapil DPRD Provinsi Jambi 2, nomor urut 1.
  2. Bonanza Kesuma, dapil DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 7.
  3. Masri, dapil DPRD Kabupaten Belitung Timur 1, nomor urut 2.
  4. Muhammad Afrizal, dapil DPRD Kabupaten Lingga 3, nomor urut 1.
  5. Bahri Syamsu Arief, dapil DPRD Kota Cilegon 2, nomor urut 1.
  6. Firdaus Obrini, dapil DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 9.

Partai Persatuan Indonesia (Perindo)

  1. Smuel Buntuang, dapil DPRD Provinsi Gorontalo 6, nomor urut 1.
  2. Zulfikri, dapil DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 1.
  3. Andi Gunawan, dapil DPRD Kabupaten Lampung Timur 1, nomor urut 1.
  4. Ramadhan Umasangaji, dapil DPRD Kota Pare-Pare 1, nomor urut 2.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

  1. Joni Kornelius Tondok, dapil DPRD Kabupaten Toraja Utara 4, nomor urut 1.
  2. Mathius Tungka, dapil DPRD Kabupaten Poso 3, nomor urut 2.
  3. Raja Zulhindra, dapil DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 1, nomor urut 10.
  4. Yuridis, dapil DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 3, nomor urut 6.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  1. Emil Silfan, dapil DPRD Kabupaten Musi Banyuasin 4, nomor urut 4.
  2. Ujang Hasan, dapil DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah 1, nomor urut 6.
  3. Rommy Krishna, dapil DPRD Kota Lubuklinggau 3, nomor urut 2.

Partai Bulan Bintang (PBB)

  1. Nasrullah Hamka, dapil DPRD Provinsi Jambi 1, nomor urut 10.
  2. Sahlan Sirad, dapil DPRD Provinsi Bengkulu 6, nomor urut 1.
  3. Syaifullah, dapil DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1, nomor urut 1.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

  1. Abner Reinal Jitmau, dapil DPRD Provinsi Papua Barat 2, nomor urut 12.
  2. Mat Muhizar, dapil DPRD Kabupaten Pesisir Barat 3, nomor urut 2.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

  1. Maksum DG Mannassa, dapil DPRD Kabupaten Mamuju 2, nomor urut 2.
  2. Muhammad Zen, dapil DPRD Kabupaten Oku Timur 1, nomor urut 2.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

  1. Usman Efendi, dapil DPRD Kabupaten Pesawaran 2, nomor urut 8.
  2. EU K. Lenta, dapil DPRD Kabupaten Morowali Utara 1, nomor urut 9.

Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda)

  1. Yulis Dakhi, dapil DPRD Kabupaten Nias Selatan 1, nomor urut 1.
  2. Ariston Moho, dapil DPRD Kabupaten Nias Selatan 1, nomor urut 3.

Dua partai politik peserta pemilu, yakni Partai NasDem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak mencalonkan mantan napi korupsi sebagai caleg. Adapun 9 nama caleg mantan napi korupsi pada Pemilihan AnggotaDPD adalah sebagai berikut.

  1. Abdullah Puteh, dapil Aceh, nomor urut 21.
  2. Abdillah, dapil Sumatera Utara, nomor urut 39.
  3. Hamzah, dapil Bangka Belitung, nomor urut 35.
  4. Yanie Muluk, dapil Sulawesi Tenggara, nomor urut 67.
  5. Lucianty, dapil Sumatera Selatan, nomor urut 41.
  6. Ririn Rosyana, dapil Kalimantan Tengah, nomor urut 41.
  7. La Ode Barius, dapil Sulawesi Tenggara, nomor urut 68.
  8. Masyhur Masie Abunawas, dapil Sulawesi Tenggara, nomor urut 69.
  9. Syachrial Kui Damopolii, dapil Sulawesi Utara, nomor urut 40.
Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Liputan Khusus
Comments are closed.

Check Also

Titi Anggraini: Kehadiran Pemantau Pemilu Asing Tak Bisa Dipaksakan

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) merupakan lembaga masyarakat sipil kedua…