Home Berita Cegah Politik Uang, Bawaslu Akan Patroli dan Awasi Politik Uang Pra dan Pasca Bayar

Cegah Politik Uang, Bawaslu Akan Patroli dan Awasi Politik Uang Pra dan Pasca Bayar

0
0
234

Untuk mencegah terjadinya politik uang pada Pemilu 2019, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan melakukan patroli pengawasan pada hari tenang. Patroli pernah dilakukan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) 2018 dan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa patroli mampu mencegah terjadinya politik uang, baik berbentuk fresh money maupun barang.

“Beberapa pihak menilai, patroli  bisa mencegah beredarnya uang di hari tenang. Memang kami khawatir masa tenang itu membuat peserta pemilu tidak tenang, makanya mereka terdorong untuk memberikan uang atau barang untuk membujuk pemilih,” tukas anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, di kantor Bawaslu RI, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Kemudian, untuk hari pemungutan suara, Bawaslu RI memerintahkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencegah terjadinya politik uang prabayar dan pascabayar. Caranya, memastikan pembawa form C6 betul merupakan pemilik C6 dan  memastikan pemilih tidak membawa telpon genggam atau kamera ke dalam bilik suara.

“Kalau prabayar, pemilih dicegat ke TPS, disuruh milih si A si B, lalu dikasih uang. Biasanya ada jual beli C6 juga. Nah, Pengawas TPS harus memastikan pemilik C6 adalah betul-betul orangnya. Kalau pasca bayar, Pengawas harus memastikan, tidak ada satu pun pemilih yang membawa alat rekam untuk mendokumentasikan hasil coblosannya,” terang Ratna.

Bawaslu akan memberikan pelatihan kepada Pengawas TPS guna menyiapkan keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Dijadwalkan, bimbingan teknis akan dilakukan pada saat pelantikan Pengawas TPS dan pada masa tenang.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita

Check Also

Titi Anggraini: Kehadiran Pemantau Pemilu Asing Tak Bisa Dipaksakan

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) merupakan lembaga masyarakat sipil kedua…