Home Berita Debat Kandidat Kedua Capres Sebentar Lagi, Ini Catatan Perludem

Debat Kandidat Kedua Capres Sebentar Lagi, Ini Catatan Perludem

Comments Off on Debat Kandidat Kedua Capres Sebentar Lagi, Ini Catatan Perludem
0
166

Debat kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan kembali digelar pada 17 Februari. Berbeda dari debat pertama, debat kedua tak ada pemberian kisi-kisi soal yang dibuat oleh panelis dan adanya penambahan sesi keempat selama 16 menit. Pada sesi keempat ini, calon presiden akan mengomentari video ilustrasi berdurasi 30 detik yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai salah satu topik debat kampanye kedua, yakni energi, sumber daya alam (SDA), pangan, lingkungan hidup, dan infrastruktur.

“Jadi nanti ada empat video dikocok, nanti diambil satu, misalnya kena film (tema) pangan, ya sudah nanti (tema) pangan lah yang didiskusikan,” kata Arief usai rapat debat kedua Pilpres di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2) sebagaimana dikutip dari kontan.co.id.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengapresiasi format debat baru yang didesain oleh KPU. Menurutnya, format debat yang tepat akan mempengaruhi kualitas debat, selain faktor performa calon dalam mengelaborasi gagasan, visi, misi, dan program yang telah dibuat.

“Kami mengapresiasi KPU yang mau mendengarkan masukan publik terkait format debat kedua. Format debat itu berkontribusi agar paslon (pasangan calon) bisa maksimal menggali visi, misi, dan program mereka,” kata Titi pada diskusi “Prioritas Sektor Energi dan Tata Kelola SDA dalam Visi Kandidat Presiden-Wapres 2019” di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat (13/2).

Titi menilai debat kandidat kedua mesti menjadi perhatian semua khalayak. Pasalnya, tema debat kandidat kedua mencakup lima topik yang masing-masing memiliki subtopik dan permasalahan sendiri. Ramainya topik diharapkan tak mengganggu fokus capres yang akan berdebat, dan tak membuat capres berkutat pada narasi-narasi popular dengan tujuan sekadar mengumpulkan dukungan pemilih.

“Lima halitu adalah lima tema debat yang berbeda. Isunya berdiri sendiri. Makanya, kemampuan paslon untuk konsisten dan fokus pada visi, misi, program, menjadi sangat penting. Kalau tidak, paslon hanya fokus pada narasi-narasi populer, tapi substansinya kosong,” tandas Titi.

Titi mencatat, dalam visi, misi, dan program kerja paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amien menyebut kata energi sebanyak 27 kali, infrastruktur 26 kali, pangan 16 kali, dan SDA 12 kali.Dengan demikian terbaca, fokus paslon 01adalah isu energi dan infrastruktur.

Sementara itu, paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno fokus pada isu pangan. Paslon nomor urut 02 ini menyebut kata pangan sebanyak 14 kali, infrastruktur 6 kali, energi 5 kali, lingkungan hidup 3 kali, dan SDA 1 kali.

“Jadi berdasarkan pembacaan cepat saya, kedua paslon sama-sama konsentrasi di isu pangan. Nah, jangan sampai debat nanti yang dibicarakan hanya pangan,” tukas Titi.

Titi mendorong agar capres, tanpa calon wakilprsiden (cawapres)-nya pada debat kedua mampu menjelaskan gagasan-gagasan besar terkait energi, pangan, SDA, lingkungan hidup, dan infrastruktur. Capres mesti memperhatikan kebutuhan pemilih untuk memahami perbedaan kebijakan masing-masing calon terhadap masing-masing isu, dan tak saling melontarkan wacana populer untuk merayu pemilih.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Progres Rekapitulasi Tingkat Kecamatan di 8 Provinsi Masih 0 Persen

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI per Rabu (24/4) menunjukkan bahwa progres rekapitulasi…