Home Berita Ingin Pemilih Terinformasi, Perludem Luncurkan Pintarmemilih.id

Ingin Pemilih Terinformasi, Perludem Luncurkan Pintarmemilih.id

Comments Off on Ingin Pemilih Terinformasi, Perludem Luncurkan Pintarmemilih.id
0
178

Selasa (19/2), Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meluncurkan aplikasi berbasis website www.pintarmemilih.id. Aplikasi ini memuat informasi profil pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden dan calon anggota legislatif (caleg) berdasarkan daerah pemilihan (dapil), partai politik peserta pemilu, dan dana kampanye paslon presiden-wakil presiden. Selain itu, tersedia fitur question and answer (Q&A) informasi Pemilu 2019 dan kanal laporan  ujaran kebencian dan hoaks yang terhubung dengan kanal laporan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

“Di aplikasi ini, ada fitur kenali calon wakil rakyat. Pengguna bisa mengklik caleg untuk mengetahui detil informasi caleg seperti usia, gelar akademis, tempat lahir, jenis kelamin, status hukum, dan motivasi. Untuk Q&A, kita sediakan pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan, seperti apa itu Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) dan bagaimana cara memilih,” kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, pada acara peluncuran pintarmemilih.id di Auditorium Kedasi, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sebagaimana disampaikan Titi, website www.pintarmemilih.id akan terus dikembangkan. Akan ada tiga fitur tambahan lainnya, yakni video seputar pemilu yang dibuat oleh teman-teman Kok Bisa, peta Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan fitur suara untuk disabilitas netra.

“Fitur suara untuk disabilitas sedang kami diskusikan. Nanti akan kita siapkan sehingga kemampuan kita bisa menjawab kebutuhan disabilitas itu. Fitur peta juga sedang kita kembangkan karena lokasi TPS kita di Pemilu 2019 bisa jadi berbeda dengan lokasi TPS waktu Pemilu 2014 lalu. Jumlah TPS dulu itu 500-an, sekarang 809.500 TPS,” jelas Titi.

Aplikasi Pintar Pemilih merupakan hasil kolaborasi antara Perludem, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu, Google Indonesia, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), dan Youth Proactive. Aplikasi ini diharapkan mampu melengkapi aplikasi-aplikasi penyedia informasi caleg yang sudah ada seperti calegpedia.id dan Jari Ungu dan menjangkau pemilih yang tak terjangkau oleh aplikasi yang telah ada.

“Pemilu Serentak itu luar biasa. Kami beranggapan, semakin ramai pihak yang bekerja untuk pemilu, makin besar juga daya jangkaunya. Maka, yang kami lakukan adalah saling melengkapi inisiatif-inisiatif yang sudah ada. Tujuannya, agar tidak ada pemilih yang tidak terjangkau informasi,” tandas Titi.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar mengapresiasi aplikasi Pintar Memilih. Menurut Fritz, dengan data bahwa 160 juta warga negara menggunakna mobile, keberadaan aplikasi-aplikasi kepemiluan berbasis digital akan membantu mengedukasi pemilih secara efektif dan efisien. Aplikasi penyedia informasi juga dinilai mampu meningkatkan partisipasi pemilih di dalma Pemilu 2019.

“Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Perludem. Memang ada perbedaan antara pemilu lalu dan sekarang. Makanya, engagement perlu dilakukan berbeda. Bawaslu sendiri juga sudah menggunakan media-media digital untuk mengedukasi pemilih,” ujar Fritz.

Analis senior kebijakan publik Google Indonesia, Ryan Rahardjo mengatakan kolaborasi Google Indonesia dengan Perludem berangkat dari komitmen untuk menyediakan informasi yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, dan sarana untuk mengedukasi pemilih pemula. Inisiatif ini merupakan pelengkap dari produk-produk Google Indonesia untuk Pemilu Indonesia 2019, seperti Google Alerts dan fitur pengecek daftar pemilih yang tersambung dengan website KPU.

“Pintarmemilih.id adalah salah satu cara Google untuk mengedukasi pemilih pemula. Kita punya banyak produk yang bisa dipakai untuk mendukung Pemilu 2019 yang sukses. Kemarin launching, di bawah kotak search Google, coba cek apakah kalian sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) Pemilu 2019. Kalau klik, langsung tersambung ke website-nya KPU. Itu reminder kita. Kalau Google Alerts, bisa dipakai kalau masyarakat mau tahu semua informasi seorang public figure,” terang Ryan.

Google Indonesia juga akan mengajak para youtuber untuk membuat video-video pemilu yang bertujuan meningkatkan partisipasi publik dan mengajak pemilih pemula untuk tidak apatis. Google Indonesia memandang, youtuber muda adalah role model anak muda saat ini yang sanggup menciptakan pengaruh positif.

“Google dan Youtube, sudah dua tahun kita bikin Youtube Agent of Change. Kita undang youtuber yang serius bikin konteks untuk meningkatakn partisipasi publik, agar pemilih pemula kita tidak apatis,” ucap Ryan.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Titi Anggraini: Kehadiran Pemantau Pemilu Asing Tak Bisa Dipaksakan

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) merupakan lembaga masyarakat sipil kedua…