Home Berita Kampanye di Tempat Ibadah, Bawaslu Jakut Pidanakan Caleg PAN

Kampanye di Tempat Ibadah, Bawaslu Jakut Pidanakan Caleg PAN

Comments Off on Kampanye di Tempat Ibadah, Bawaslu Jakut Pidanakan Caleg PAN
1
570

Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nurhasanudin diduga melakukan pelanggaran kampanye. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jakarta Utara menemukan yang bersangkutan melakukan kampanye di tempat ibadah, yakni Musholla Qurotul’ Ain RT.009/RW.003 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan kampanye pun ilegal, sebab  tak ada pemberitahuan resmi kepada Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara dan tidak ditembuskan kepada Bawaslu Jakarta Utara.

“Temuan kami, yakni dari Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) Cilincing, Nurhasanuddin melakukan kampanye di tempat ibadah. Materi yang disampaikan saat itu adalah ceramah sekaligus perkenalan caleg dan permohonan doa dan dukungan. Pesertanya ibu-ibu majelis taklim setempat,” jelas Ketua Bawaslu Jakarta Utara, Benny Sabdo kepada rumahpemilu.org (11/1).

Bawaslu Jakarta Utara telah menyerahkan perkara dugaan pelanggaran kampanye Nurhasanudin kepada pihak Kepolisian untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan. Sebelumnya, Bawaslu bersama Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa terlapor, saksi-saksi, barang bukti dan olah tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan, Gakkumdu menyimpulkan bahwa kampanye yang dilakukan Nurhasanudin pada Rabu, 9 Januari 2019 tersebut diduga melanggar ketentuan Pasal 280 ayat (1) juncto Pasal 521 Undang-Undang (UU) No.7/2017 tentang Pemilu.

“Pasal 280 ayat (1) melarang pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu untuk menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan. Nah, Nurhasanudin kami jerat dengan pasal ini karena yang bersangkutan melakukan kampanye di tempat ibadah,” ujar Benny.

Tak hanya Nurhasanudin, Syaiful Bachri, Ketua PAN Kelurahan Sukapura, yang mengundang Nurhasanudin untuk berkampanye di Mushala  Qurotul’ Ain juga dilaporkan dalam perkara ini. Nurhasanudin dan Syaiful terancam pidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak 24 juta rupiah.

“Syaiful juga kami kenakan. Pasal 280 ayat (1) huruf h, di situ luas, pelaksana, peserta, tim kampanye. Dia juga bisa dikenakan jo Pasal 55 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) turut serta,” tutup Benny.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Progres Rekapitulasi Tingkat Kecamatan di 8 Provinsi Masih 0 Persen

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI per Rabu (24/4) menunjukkan bahwa progres rekapitulasi…