Home Wawancara Mohammad Romli: Partisipasi Pemilih Kabupaten Tangerang Bagus

Mohammad Romli: Partisipasi Pemilih Kabupaten Tangerang Bagus

Comments Off on Mohammad Romli: Partisipasi Pemilih Kabupaten Tangerang Bagus
0
765

Pilkada di sekitar DKI Jakarta menarik perhatian. Bukan lantaran letaknya yang dekat ibukota, tetapi oleh persaingan sengit antarcalon dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Bagaimana dengan Pilkada Kabupaten Tangerang 2012 nanti?

==========

Akhir tahun ini akan digelar Pilkada Kabupaten Tangerang. Tahapan pelaksanaan Pilkada sudah berjalan. KPU Kabupaten Tangerang sedang memutahirkan daftar pemilih dan membuka pendaftaran calon. Daftar pemilih sementara akan ditetapkan pada 13 Oktober 2012, sedang pendaftaran calon ditutup pada 6 Oktober 2012.

Bagaimana persiapan Pilkada Kabupaten Tangeran 2012? Berikut wawancara rumahpemilu dengan Muhammad Romli, Staf Program Sekolah Demokrasi Kota Tangerang Selatan. Wawancara dilakukan pada Jumat (5/10) lalu.

Sejauh mana persiapan Pilkada Kabupaten Tangerang?

Sejauh pantauan saya, KPU dan Panwaslu Kabupaten Tangerang tengah mempersiapkan pemilihan bupati Tangerang periode 2013-2018. Tahapan pelaksanaan tengah berlangsung. KPU melakukan pemutahiran daftar pemilih dan membuka pendaftaran pasangan calon bupati/wakil bupati. Sejauh ini berjalan baik, masalah belum terlihat.

Saya melihat, masyarakat mengikuti prosesnya. Sosialisasi Pilkada yang dilakukan KPU melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kepemudaan juga peguruan tinggi.

Bagaimana dengan pendaftaran pemilih? Mungkinkah ada pemilih yang tercecer sehingga tidak masuk dalam daftar pemilih?

Berdasarkan data yang ada, 80% penduduk Kabupaten Tangerang memiliki hak pilih. Partisipasi pemilih juga tinggi dalam Pilkada lima tahun lalu, mecapai 70%. Kini KPU dan jajarannya tengah melakukan pemutakhiran data pemilih berdasarkan DP4 yang diajukan Pemda Kabupaten Tangerang. Proses pemutakhiran data pemilih itu memasuki tahap akhir, karena pada 13 Okteber nanti akan diumumkan daftar pemilih sementara atau DPS.

Dari DPS itulah nanti akan kelihatan, apakah penduduk Kabupaten Tangerang yang memiliki hak pilih, banyak yang masuk DPS, apa tidak. Melihat partisipasi masyarakat cukup baik dalam mengikuti proses Pilkada, saya kira begitu ada warga yang namanya tidak masuk DPS, akan melakukan protes.

Kami berharap, protes tersebut bisa cepat direspons KPU dan jajarannya, sehingga ketika daftar pemilih tetap (DPT) diumumkan, situasinya kondusif. Dalam arti, hampir semua penduduk yang memiliki hak pilih namanya masuk DPT. Jika tidak, masalahnya bisa berkepanjangan, seperti terajdi di DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Bagaimana dengan pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati?

Tahapan pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati, baik dari perseorangan maupun dari parpol/gabungan parpol, sudah dibuka. KPU memberikan kesempatan kepada pasangan calon perseorangan untuk memperbaiki atau melengkapi jumlah dukungan paling rendah dan sebaran dukungan, sampai 4 Oktober. Kesempatan memperbaiki syarat pencalonan juga diberikan kepada pasangan calon yang diusung parpol atau koalisi parpol, sampai 6 Oktober.

Siapa saja pasangan calon bupati dan wakil bupati itu? Apakah kerabat gubernur Banten juga ikut merebut kursi bupati?

Belum ada kepastian tentang pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan tampil dalam Pilkada Kabupaten Tangerang 2012 nanti. Setelah KPU mengumumkan, baru ada kepastian. Yang jelas masyarakat Tangerang mengikuti proses ini, sehingga kalau ada kejanggalan, pasti akan muncul ke permukaan. Kami berharap KPU bisa tetap independen dan netral.

Sejauh kepedulian masyarakat Tangerang akan Pilkada kali ini?

Saya sempat mengamati dan mewawancarai beberapa kalangan masyarakat. Mereka berharap Pilkada Kabupaten Tangerang kali ini menghasilkan pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah lebih baik. Namun mereka khawatir, Pilkada hanya akan jadi ajang politik uang, sehingga harapan untuk mendapatkan pemimpin yang baik sulit tercapai.

Masyarakat merasakan, kinerja pemerintah daerah masih rendah. Infrastruktur buruk, meskipun Tangerang adalah daerah industri. Pelayanan publik juga parah, meskipun masyarakat tidak bosan mengeluh. Kami bermimpi bisa melakukan pendidikan politik masif, sehingga pemilih Kabupaten Tangerang, benar-benar mampu memilih pasangan calon yang berintegritas dan berkualitas.

Apakah partisipasi politik masyarakat Kabupaten Tangerang sedemikian rendah?

Sebetulnya ada hal yang menggembirakan dari proses demokratisasi di Kabupaten Tangerang maupun Kota Tangerang belakangan ini. Telah muncul kelompok-kelompok yang berpartisipasi aktif dalam melahirkan peraturan daerah.

Di Kabupaten Tangerang, saat ini tengah berlangsung pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif masyarakat tentang jaminan kesehatan di DPRD. Draf raperda ini diinisiasi oleh alumni Sekolah Demokrasi Tangerang yang tergabung dalam Komite Komunitas Tangerang.

Sedangkan di Kota Tangerang Selatan, alumni Sekolah Demokrasi Kota Tangerang Selatan telah mengajukan draf raperda jaminan kesehatan ketingkat Badan Legislasi Daerah DPRD Kota Tangerang Selatan. Proses ini sangat penting dalam rangka mewujudkan demokrasi yang subtansif, tidak sekadar demokrasi prosedural melalui Pilkada. []

Load More Related Articles
Load More By Maharddhika
Load More In Wawancara
Comments are closed.

Check Also

Mendesain Kelembagaan Penyelenggara Pemilu

Konstitusi Indonesia menyebut pemilu diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang…