Home Berita Perludem Temukan 14 Caleg Mantan Napi Korupsi Lain, Total Jadi 63

Perludem Temukan 14 Caleg Mantan Napi Korupsi Lain, Total Jadi 63

0
0
166

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) kembali mengumumkan hasil penelusuran terhadap calon anggota legislatif (caleg) mantan napi korupsi. Bertambah dari jumlah dua yang ditemukan pada penelusuran awal, kini jumlah temuan bertambah menjadi 14.

“Kami memposisikan data yang di-publish KPU sebagai the leaving document, dokumen yang hidup terus. Jangan sampai ada caleg mantan napi korupsi yang terlewat. Nah, yang kami temukan ada 14, itu yang kami dapat salinan putusan yang inkracht-nya,” kata Direktur Eksekutif Perludem, Titi Anggraini, pada diskusi “Keterbukaan Data Profil Caleg Pemilu 2019” di Media Centre Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat (7/2).

14 nama caleg mantan napi korupsi yang ditemukan Perludem yakni sebagai berikut.

Partai Beringin Karya (Berkarya)

  1. Muhlis, caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dapil Sulsel 3 (Takalar, Gowa), nomor urut 8.
  2. Djekmon Amisi, caleg DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud dapil Kep.Talaud 3 (Salibabu, Lirung, Kalongan, Kabaruan, Damau, Moronge), nomor urut 2.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

  1. Muhammad Zen,caleg DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dapil OKU Timur 1 (Buay Pemuka Peliung, Bunga Mayang, Jayapura, Martapura), nomor urut 2.

Partai Persatuan Indonesia (Perindo)

  1. Ramadhan Umasangaji, caleg DPRD Kota Parepare, dapil Parepare 1 (Bacukiki, Bacukiki Barat), nomor urut 2.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  1. Rommy Khrisna, caleg DPRD Kota Lubuklinggau, dapil Kota Lubuklinggau 3 (Lubuk Linggau Selatan I, Lubuk Linggau Selatan II), nomor urut 2.
  2. Emil Silfan, caleg DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, dapil Musi Banyuasin 4 (Babat Supat, Lais, Sungai Lilin), nomor urut 4.

Partai Amanat Nasional (PAN)

  1. Firdaus Orbini, Caleg DPRD Kota Pagar Alam, dapil Kota Pagar Alam 2 (Dempo Selatan, Dempo Tengah, Dempo Utara), nomor urut 9.

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

  1. Bonar Zeitsel Ambarita, caleg DPRD Kabupaten Simalungun, dapil Simalungun 4 (Bosar Maligas, Bandar, Ujung Padang), nomor urut 9.
  2. Andi Wahyudi Etong, caleg DPRD Kabupaten Pinrang, dapil Pinrang 1 (Tiroang, Watang Sawito), nomor urut 1,
  3. H. Darjis, caleg DPRD Kabupaten Ogan Ilir, dapil Ogan Ilir 4 (Lubuk Keliat, Muara Kuang, Rambang Kuang), nomor urut 1.

Partai Demokrat

  1. Rahmanuddin DH, caleg DPRD Kabupaten Luwu Utara, dapil Luwu Utara 1 (Mappedeceng, Masamba, Rampi), nomor urut 7.
  2. Polman, caleg DPRD Kabupaten Simalungun, dapil Simalungun 4 (Bosar Maligas, Bandar, Ujung Padang), nomor urut 4.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

  1. Raja Zulhindra, caleg DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, dapil Indragiri Hulu 1 (Rengat, Rengat Barat, Kuala Cenaku), nomor urut 10,
  2. Yuridis, caleg DPRD Kabupaten Indragiri Hulu, dapil Indragiri Hulu 3 (Peranap, Batang Peranap, Kelayang, Rakit Kulim), nomor urut 6.

“Totalnya 14. Semuanya laki-laki, tidak ada yang perempuan. Dan ternyata, ada caleg mantan napi korupsi dari PPP. Sebelumnya kan tidak ada.” tukas Titi.

Secara keseluruhan, total jumlah mantan napi korupsi yang ditemukan per (6/2), dengan kompilasi data dari KPU, yaitu 63. Sehingga, partai yang paling banyak mencalonkan napi korupsi adalah Partai Golkar dan Partai Hanura. Sementara itu, partai yang tidak mencalonkan mantan napi korupsi sama sekali yaitu Partai NasDem, Partai Solidaritas Indoneia (PSI), dan Partai Kebangitan Bangsa (PKB).

Dari sebaran wilayah caleg mantan napi korupsi, Banten dan Sumatera Selatan meruakan wilayah dengan caleg mantan napi korupsi terbanyak. 6 caleg di Banten dan 8 caleg di Sumatera Selatan. Adapun 11 daerah yang tidak ada mantan napi korupsi yakni, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua.

“Kita apresiasi KPU yang sudah membuka data caleg dan juga data mantan napi korupsi. Keterbukaan membuka partisipasi untuk pubik mengecek ada yang terlewat tidak, dan publik tahu bagaimana kualitas caleg-calegnya,” tutur Titi.

Anggota KPU, Ilham Saputra mengatakan pihaknya juga menemukan nama-nama caleg mantan napi korupsi lainnya. KPU akan mengumumkan nama-nama tersebut setelah data lengkap.

“Kami menemukan jumlahnya lebih dar yang ditemukan Perludem. Nanti akan kami sampaikan, kalau data sudha lengkap, karena kami harus berhati-hati,” ujar Ilham.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita

Check Also

Rapat Koordinasi, KPU Hanya Mampu Fasilitasi 3 Spot Iklan Kampanye

Kamis (14/2), Komisi Pemilhan Umum (KPU) RI mengadakan rapat koordinasi dengan peserta pem…