Home Berita Pilkada Musi Banyuasin Mesti Mampu Wujudkan Kedaulatan Energi dan Keadilan SDA bagi Masyarakat Sekitar

Pilkada Musi Banyuasin Mesti Mampu Wujudkan Kedaulatan Energi dan Keadilan SDA bagi Masyarakat Sekitar

Comments Off on Pilkada Musi Banyuasin Mesti Mampu Wujudkan Kedaulatan Energi dan Keadilan SDA bagi Masyarakat Sekitar
0
632

 

Masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin akan memilih bupati pada 15 Februari 2017. Ada dua pilihan pasangan calon (paslon) yang dapat dipilih oleh pemilih, yakni, Dodi Reza Alex-Beni Hernedi yang didukung oleh 11 partai politik dan Amiri Aripin-Ahmad Toha dari jalur independen. Dodi Reza Alex merupakan putra sulung dari Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

“Di Musi Banyuasin ini, paslon dari jalur partainya didukung oleh 100 persen kursi di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten, jadi mesin partai diarahkan ke palson ini semua,” kata Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Agustiyati, pada diskusi “Waspadai Ijon Politik Pertambangan dan SDA di Pilkada Serentak 2017, di Mampang, Jakarta Selatan (10/2).

Menyikapi Pilkada Musi Banyuasin, Koordinator Nasional Jaringan Anti Tambang (Jatam), Merah Johansyah Ismail, menyerukan agar pemilih dapat cerdas menentukan pilihan dan tak menerima politik uang. Pemilih mesti mampu menilai dan memilih pemimpin yang dapat bekerja untuk kepentingan masyarakat Musi Banyuasin, sekaligus melindungi ruang hidup dan Sumber Daya Alam (SDA) yang terkandung.

“Ada ironi ketidakadilan SDA yang telah lama terjadi di Musi Banyuasin”, kata Merah. Dari luas wilayah Musi Banyuasin sebesar 1.447.700 ha, hanya tersisa 77.279 ha ruang hidup yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. 1.338.169 ha telah terpakai untuk konsesi minyak dan gas (migas) dan 581.850 ha untuk konsesi mineral dan batubara (minerba).

Namun, meskipun 1.370.421 ha atau 94,7 persen wilayah Musi Banyuasin dimanfaatkan untuk konsesi migas dan minerba, tapi hasil kekayaan tersebut tak dinikmati oleh masyarakat sekitar. Terjadi krisis listrik di Musi Banyuasin yang menyebabkan pemadaman listrik selama enam hingga delapan jam per hari.

“Kemana larinya migas dan minerba yang menciptakan terang? Karena alam Musi Banyuasin, yang digunakan sebagai pasokan listrik, membuat daerah ini tetap gelap,” tukas Merah.

Merah berpesan agar pemilih di Musi Banyuasin dapat memanfaatkan Pilkada 2017 sebagai momen penting untuk menyelamatkan ruang hidup dan nasib masyarakat sekitar. Masyarakat berhak memiliki pemimpin yang dapat menjamin kedaulatan energi di daerah dan menciptakan keadilan distribusi SDA.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Syarat Undur Diri di Rancangan PKPU Pencalonan Pilkada 2020 Diubah

Di dalam rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Pencalonan Pemilihan Kepala Daer…