Home Liputan Khusus Sengkarut Politik Kekerabatan pada Pilkada 2018 di daerah Jawa Barat

Sengkarut Politik Kekerabatan pada Pilkada 2018 di daerah Jawa Barat

Comments Off on Sengkarut Politik Kekerabatan pada Pilkada 2018 di daerah Jawa Barat
0
527

Pada Pilkada 2018 di daerah Jawa Barat, sengkarut jejaring politik kekerabatan setidaknya dapat terlihat dalam kalimat berikut: calon bupati Bogor—yang kakak beradik dengan calon wakil wali Kota Bogor—dari keluarga Yasin akan melawan calon bupati dari keluarga Effendi yang sepupunya juga mencalonkan diri di Kuningan. Keluarga Effendi di Kuningan akan melawan keluarga Santono.

Di daerah Jawa Barat, setidaknya ada sepuluh calon yang mempunyai jaringan kekerabatan dengan elite politik yang berlaga di Pilkada 2018. Dari penelusuran Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), sepuluh calon tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:

No. Nama Pilkada Jaringan Kekerabatan
1. Ade Yasin Bogor (Jawa Barat) Adik dari mantan bupati Bogor, Rahmat Yasin
2. Hj. Anne Ratna Mustika Purwakarta (Jawa Barat) Istri Bupati Purwakarta, Dedy Mulyadi,
3. Dra. Hj. Elin Suharliah, M.Si Bandung Barat (Jawa Barat) Istri Bupati Bandung Barat, Abubakar
4. Ingrid Maria Palupi Kansil, S.Sos Bogor (Jawa Barat) Istri Anggota DPR dari Dapil Jabar III, Syarief Hasan
5. Muhammad Ridho Suganda, S.H., M.SI. Kuningan (Jawa Barat) Anak mantan Bupati Kuningan dua periode (2003-2013) Aang Hamid Suganda dan mendiang Bupati Kuningan Utje Choeriah Hamid Suganda (2013-2016)
6. H. Yosa Octora Santono, S.SI,. M.M. Kuningan (Jawa Barat) Anak anggota DPR RI dari Partai Demokrat Amin Santono dan Yoyoh Rukiyah Amin, anggota DRRD Jabar Partai Demokrat
7. Hj. Ade Uu Sukaesih, S.IP, M.Si Kota Banjar (Jawa Barat) Istri Walikota Banjar 2004-2013 Herman Sutrisno
8. Fitri Putra Nugraha Bogor (Jawa Barat) Anak Bupati Bogor Istri Walikota Banjar 2004-2013 Herman Sutrisno, Agus Utara Effendi
9. Ficky Rhoma Irama Bogor (Jawa Barat) Anak Pendiri Partai Idaman, Rhoma Irama
10. Zaenal Mutaqin Kota Bogor (Jawa Barat) Adik Mantan Bupati Bogor, Rahmat Yasin

Di antara sepuluh orang ini, ada tiga kelompok kekerabatan yang relatif lebih menggurita dibanding yang lain. Tiga kelompok ini adalah keluarga Effendi, keluarga Yasin, dan keluarga Santono. Tiga keluarga ini mulai membangun dinasti dengan menempatkan anggotanya di cabang-cabang politik, terutama di daerah Kabupaten Bogor dan Kuningan.

Jaringan Keluarga Effendi di Kuningan dan Bogor

Klan Effendi dimulai oleh Yusuf Effendi yang menikahi Djuhriah. Pasangan itu dikaruniai beberapa anak yang di antaranya menguasai politik Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Kuningan sejak tahun 1998. Anak-anaknya itu antara lain Rahayu Effendi, Agus Utara Effendi, dan Utje Choeriah Hamid Effendi.

Rahayu Effendi adalah artis senior yang menikahi Tammy Effendi, anak dari Roestam Effendi—sastrawan dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pasangan ini dikarunia anak bernama Dede Yusuf Macan Effendi. Dede Yusuf menjabat wakil gubernur Jawa Barat 2008—2013.

Agus Utara Effendi adalah Bupati Bogor selama dua periode dari 1998—2008. Ia menikahi Sri Indratini. Pasangan ini dikaruiniai anak bernama Fitri Putra Nugraha. Nungki, panggilan akrab Fitri, adalah calon bupati Kabupaten Bogor pada Pilkada 2018 ini.

Sementara Utje Choeriah Effendi (mengganti nama menjadi Utje Choeriah Hamid Suganda) membangun dinasti di Kabupaten Kuningan. Utje adalah Bupati Kuningan dari 2013 hingga kematiannya pada 2016. Sebelum Utje, Bupati Kuningan dijabat oleh suaminya—Aang Hamid Suganda. Aang menjabat Bupati selama dua periode dari 2003—2013. Pasangan Utje dan Aang mempunyai anak bernama Moch. Ridho Suganda—calon wakil bupati kabupaten Kuningan pada Pilkada 2018 ini.

Anaknya yang lain, Erik Irawan Suganda, juga aktif di perpolitikan Bogor. Erik menjadi calon walikota Bogor 2008—2013. Ia juga masuk dalam bursa bakal calon walikota Bogor di PDIP pada Pilkada 2018.

Pendek kata, calon di Pilkada Bogor (Nungki), Kuningan (Ridho), serta wakil gubernur Jawa Barat 2008—2013 (Dede Yusuf) mempunyai hubungan darah sepupu.

Keluarga Santono, Lawan Keluarga Effendi di Kuningan

Di Kuningan, Moch. Ridho Suganda—anak dari Aang dan Utje—akan melawan kelompok jejaring kekerabatan dari keluarga Santono yaitu Yosa Octora Santono.

Yosa adalah anak dari ibu bapak yang aktif di dunia politik. Bapaknya, Amin Santono, adalah anggota DPR RI selama dua periode dari 2009—2019 dari dapil Jawa Barat X (Kab. Kuningan, Ciamis, Banjar, Pangandaran). Sementara ibunya, Yoyoh Rukiyah, adalah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari dapil Jawa Barat IX (Kab. Kuningan, Ciamis, Banjar, Pangandaran).

Keluarga Yasin, Lawan Keluarga Effendi di Kabupaten Bogor

Sementara di Bogor, keluarga Effendi yang diwakili Fitri Putra Nugraha—anak dari Agus Utara Effendi—akan melawan dinasti Yasin yaitu Ade Yasin.

Ade Yasin adalah anak dari pasangan KH. Yasin dan Nuryati. KH Yasin adalah tokoh pendiri PPP di Bogor dan pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dan anggota DPRD Kota Bogor. Ade Yasin juga adalah adik dari Rahmat Yasin, Bupati Bogor 2008—2013 dan 2013—2018. Namun, pada periode kedua, tidak sampai setahun, ia diciduk KPK atas dugaan pengusutan izin Rancangan Umum Tata Ruang di Bogor, Puncak, dan Cianjur. Istri Rahmat Yasin, Elly Halimah Rachmat Yasin menjabat Ketua DPC PPP Bogor dan memberi surat rekomendasi Pencalonan Ade Yasin pada Pilkada 2018 ini. Saudara kandung Rahmat dan Ade Yasin yang lain, yaitu Zaenal Mutaqin, menjadi calon wakil wali kota Bogor di Pilkada 2018 ini.

Empat dari lima calon kepala daerah di Kabupaten Bogor muncul dari jejaring politik kekerabatan. Selain Fitri Putra Nugraha dan Ade Yasin, dua calon lain adalah Ingrid Maria Palupi Kansil, dan Ficky Rhoma Irama. Ficky adalah anak pendiri Partai Idaman, Rhoma Irama.

Sementara Ingrid Maria Palupi Kansil adalah istri dari Syarif Hasan, politikus Demokrat. Syarif Hasan terpilih sejak Pemilu 2004 hingga 2014 di daerah pemilihan Jawa Barat III (Cianjur dan Kota Bogor). Sementara Ingrid Kansil terpilih pada Pemilu 2009 di daerah pemilihan Jawa Barat IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi).

Load More Related Articles
Load More By Maharddhika
Load More In Liputan Khusus
Comments are closed.

Check Also

40 Aplikasi Jadi Finalis Pilkada Jateng Apps Challenge 2018

Sebanyak 40 aplikasi yang dibuat oleh individu atau tim jadi finalis Pilkada Jateng Apps C…