Home Berita Tak Hanya Dibuka, Informasi Data Diri Caleg Mesti Mudah Diakses

Tak Hanya Dibuka, Informasi Data Diri Caleg Mesti Mudah Diakses

0
0
109

Tak hanya Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) juga mengkritik sikap calon anggota legislatif (caleg) yang tak mau membuka data dirinya kepada publik. Menurutnya, keterbukaan adalah salah satu wujud transparansi da akuntabilitas yang mesti dimiliki oleh seorang calon pejabat publik.

Namun, tak hanya mengkritik hal itu, Hadar juga mengkritik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang belum memberikan pelayanan maksimal kepada pemilih dalam hal akses informasi. Hadar menceritakan pengalamannya yang sulit mengakses dokumen riwayat hidup dan dokumen lain yang diunggah sebagai dasar memilih bagi pemilih.

“Saya kesulitan di dalam sistem KPU ini, karena sering sistemnya tidak merespon, dan itu tidak sedikit jumlahnya. Ada 37 BB form di dapil (daerah pemilihan) saya yang tidak saya dapat. Nah, ini karena sistemnya atau memang yang bersangkutan tidak mau membuka?” ujar Hadar pada diskusi “Keterbukaan Data Profil Caleg Pemilu 2019” di Media Centre Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat (7/1).

Hadar meminta agar KPU memperbaiki sistem teknologi informasi yang dikembangkan. Pasalnya, sebuah informasi tidak hanya harus tersedia, melainkan mudah untuk diakses.

“Informasi data caleg ini sangat penting. Makanya KPU harus membuka dan membuat masyarakat mudah mengakses. Jangan bisa buka, tapi butuh waktu lama untuk dapat informasinya, dan bertahap pula,” tukas Hadar.

Hadar mendorong KPU untuk mengumumkan nama-nama caleg yang tak mau mempublikasi data dirinya kepada publik. Dalam pemilu, kepentingan pemilih mesti lebih diutamakan dari kepentingan pribadi caleg.

“List itu! Lakukanlah seperti mantan napi korupsi. Umumkan bahwa calon inilah yang tidak bersedia. Harusnya mereka tidak keberatan karena dia sendiri kok yang gak bersedia dipublikasikan. Kita ingin pemilih terinformasi dengan baik,” tandas Hadar.

Anggota KPU, Ilham Saputra mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan usulan Hadar. KPU berkomitmen untuk melayani pemilih, pun berhati-hati dalam setiap tindakan yang dipilih.

“Jika ini ingin dibuka, kami akan umumkan siapa saja yang tidak membuka data pribadinya. Biar masyarakat menilai apakah orang yang menutup akses ini layak dipilih atau tidak,” kata Ilham.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita

Check Also

Rapat Koordinasi, KPU Hanya Mampu Fasilitasi 3 Spot Iklan Kampanye

Kamis (14/2), Komisi Pemilhan Umum (KPU) RI mengadakan rapat koordinasi dengan peserta pem…