Home Berita 17,5 juta Data Pemilih Invalid Menurut Saksi BPN Prabowo-Sandi

17,5 juta Data Pemilih Invalid Menurut Saksi BPN Prabowo-Sandi

Comments Off on 17,5 juta Data Pemilih Invalid Menurut Saksi BPN Prabowo-Sandi
0
870

Saksi pertama dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno, Agus Muhammad Maksum menerangkan asal angka 17,5 juta data pemilih yang didalilkan sebagai data invalid pada sidang di Mahkamah Konstitusi (MK)(19/6). Angka ini terdiri atas 9,8 juta data pemilih yang bertanggal lahir 1 Juli, 5,3 juta pemilih yang lahir tanggal 31 Desember, dan 2,3 juta pemilih yang lahir tanggal 1 Januari.

Data tersebut dinilai saksi tak wajar. Mengacu pada keterangan pakar statistik, Mohammad Ato’, angka yang wajar untuk setiap tanggal lahir yang sama adalah data pemilih dibagi 365 hari. Dengan demikian, 190 juta dibagi 365 hari sama dengan 520 ribu.

“Apabila dibagi, maka data yang wajar, yang lahir setiap tanggal adalah 520 ribu saja. Lalu, kenapa muncul data yang lahir pada 1 juli sebanyak 9,8 juta yang mana 20 kali lipat?  Lalu 1 Januari, 2,5 juta. Artinya 5 kali lipat. Itulah yang kami sebut tidak wajar,” jelas Maksum pada sidang mendengarkan keterangan saksi di gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat (19/6).

Data tersebut telah disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Desember 2018. KPU menindaklanjuti laporan BPN dengan melakukan verifikasi terbatas terhadap 1.604 sampel dari data yang disampaikan oleh BPN. Verifikasi terbatas dinilai BPN tak memadai.

“Sampling yang dilakukan KPU tidak memadai. Dari 17,5 juta, yang di-sampling hanya 1.604. Jadi, sangat tidak memadai karena kami memahaminya pemilih itu prinsipnya one person one vote one value. Jadi, harusnya diperiksa semuanya karena KPU punya alat, jaringan untuk melakukan hal itu. Dan dari laporan KPU, dari 1.604 itu, ada yang harus dicoret ratusan,” ujar Maksum.

Saksi pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi, pada tahap pungut-hitung Pemilihan Presiden 2019, tak dibekali nama 17,5 juta pemilih yang diduga invalid. Dengan demikian, Maksum mengatakan dirinya tak mengetahui apakah 17,5 juta data invalid memberikan suaranya atau tidak pada 17 April 2019 lalu. Data 17,5 juta pemilih invalid tersebar di 19.427 TPS.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

MPI Minta Timsel Berkomitmen Penuhi Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu

Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemili…