Juni 24, 2024
iden

Arief Budiman: Menyelenggarakan Pemilu di Luar Negeri Rumit

Menyelenggarakan pemilu di luar negeri adalah hal rumit. Selain warga negara Indonesia (WNI) yang tersebar di berbagai negara, akses ke semua negara tak selalu mudah. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman, mengatakan, dua kunci kesuksesan penyelenggaraan pemilu di luar negeri, yakni data pemilih yang komprehensif dan kesiapan distribusi logistik.

“Yang harus kita bangun ke depan adalah data kependudukan, juga distribusi logistik, baik distribusi berangkat maupun pulang,” ujar Arief pada acara penyerahan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dan data penduduk di luar negeri di Hotel Borobudur, Gambir, Jakarta Pusat (15/12).

Berdasarkan pengalaman Pemilu 2014, distribusi logistik harus mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, keterlambatan pengiriman distribusi dari luar negeri ke Indonesia menimbulkan kisruh politik yang berpotensi mengurangi kepercayana publik kepada penyelenggara pemilu.

“Soal logistik itu urusan yang merepotkan. Banyak protes karena terlambat sampai ke sini. Jadi, ketika rekap sudah dimulai di tingkat nasional, data itu belum tiba.Inibisa dijadikan alasan bahwa pemilu tidak layak, tidak jujur, dan sebagainya,” tandas Arief.

Pemilu 2019 akan digelar di 132 perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri. KPU berharap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat mengkonsolidasikan pengawasan di titik-titik penyelenggaraan pemilu di luar negeri.