Harapan di Ultah Bawaslu ke-12

Kamis (9/4), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke–12 secara serentak di semua daerah. Dengan tema “Bangun Solidaritas Kebangsaan Melawan Covid-19“, perayaan ulang tahun digelar di Gedung Bawaslu RI, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Pada perayaan tersebut, setiap Bawaslu daerah melakukan beberapa kegiatan sosial, yakni penyerahan sembako kepada masyarakat, pencanangan gerakan penggunaan masker, dan donor darah. Adapun kegiatan donor darah merupakan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia.

“Di hari ulang tahun Bawaslu ini, kita tadi sudah lakukan perayaan secara seremonial dengan melakukan pemotongan tumpeng dan doa bersama, agar Indonesia segera selesai dari wabah korona. Gak banyak-banyak orang berkumpul, hanya diikuti oleh paling banyak 10 orang dan semuanya jaga jarak,” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, sebagaimana dimuat di dalam rilis pers.

Ucapan selamat ulang tahun datang dari masyarakat sipil. Seketaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilihan (KIPP), Kaka Suminta mengucapkan selamat dan sejumlah harapan kepada Bawaslu. Bawaslu dinilai memiliki pekerjaan rumah yang besar, yakni menegakkan keadilan pemilu di Indonesia.

“Di hari kelahirannya ini, seyogyanya menjadi sebuah pengingat bagi kita semua bahwa keadilan demokrasi, keadilan dalam pemilu perlu ditegakkan. Yang menjadi catatan atau tolak ukur demokratis atau tidaknya pemilu adalah ada atau tidaknya keadilan dalam pemilu,” ujar Kaka kepada rumahpemilu.org melalui Whats App.

Dalam penegakan hukum pemilu, Bawaslu diharapkan dapat bekerja secara substantif, agar kasus mahar politik dan politik uang dapat terungkap. Jika pengaturan hukum yang ada tak cukup untuk mengungkap, menurut Kaka, Bawaslu dapat mengusulkan sejumlah penguatan di dalam peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu).

“Masih banyak problem di pemilu soal keadilan. Harusnya Bawaslu jadi bagian yang memperkuat ini. Dalam penundaan Pilkada Serentak ini, harusnya pada saat pembentukan perpu nanti, Bawaslu memasukkan usulan agar bisa bekerja secara substantif, bukan hanya prosedural. Kalau prosedural, mahar politik dan politik uang tidak akan terungkap,” tandas Kaka.

Harapan juga dihaturkan oleh Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif, Veri Junaidi. Jika Kaka mengatakan ada kewenangan yang mesti diperkuat agar Bawaslu dapat bekerja secara substantif, Veri memandang kewenangan Bawaslu telah semakin kuat. Oleh karena itu, Bawaslu mesti dapat menjawab ekspektasi publik dengan mengonsolidasikan diri menghadapi tantangan dan peluang kewenangan yang telah dimiliki.

“Dengan kewenangan yang terus tumbuh, Bawaslu harus bisa mengonsolidasikan diri agar mampu menjawab tantangan untuk mewujudkan keadilan dalam pemilu dan demokrasi. Bawaslu lu kan dulu tumbuh mulai dari pengawas, lalu menjadi hakim garis, hingga sekarang hakim betulan atau setengah hakim yang bisa memutus sengketa,” tutur Veri.

Senada dengan Veri, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menyelamati Bawaslu sembari berpesan agar Bawaslu dapat mengoptimalkan sumber daya yang diberikan negara kepada Bawaslu untuk meningkatkan integritas demokrasi elektoral Indonesia. Penguatan kewenangan Bawaslu merupakan hasil perjuangan banyak pihak, diharapkan kinerja Bawaslu sesuai dengan hasil perjuangan dan sumber daya yang diberikan.

“Sehingga alih-alih mengeluhkan keterbatasan yang dihadapi, lebih baik merefleksi kembali betapa berubah dan besarnya Bawaslu saat ini dibanding  pengawasan pemilu di masa lalu. Dengan demikian, kedepan diharapkan Bawaslu bisa lebih fokus menjadi lembaga yang berperan dalam penanganan dan penyelesaian sengketa pemilu secara profesional dan berintegritas,” kata Titi.

Dari sudut pandang seorang anggota Bawaslu daerah, anggota Bawaslu Jawa Timur, Aang Kunaefi berharap agar Bawaslu semakin aktif dan inovatif mengembangkan Program Pusat Pengawasan Partisipatif. Sekolah Pengawas Pemilu Partisipatif (SKPP) merupakan salah satu inovasi, dan diharapkan ada program lain yang bisa dikembangkan.

“Harapannya ya -Bawaslu semakin aktif dan inovatif dalam pengembangan Program Pusat Pengawasan Partisipatif. Proses konsolidasi untuk perbaikan kualitas demokrasi juga terus dilakukan, baik lokal maupun nasional,” kata Aang kepada rumahpemilu.org melalui Whats App.