Home Kliping Kliping Berita Ikrar Damai Bersama

Ikrar Damai Bersama

Comments Off on Ikrar Damai Bersama
0
1,644

MAKASSAR, KOMPAS — Deklarasi pilkada damai diikrarkan di sejumlah provinsi, Minggu (18/2). Wilayah dengan para pasangan calon yang mendeklarasikan pilkada damai itu, berdasarkan pemantauan tim Kompas, adalah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku, dan Bali.

Di Makassar, Ketua KPU Arief Budiman meminta semua pasangan calon dalam pilkada tahun ini mewujudkan pilkada damai dan berintegritas. Para pasangan calon harus berkomitmen mewujudkan pilkada bersih tanpa politik uang, politisasi isu SARA, dan berita bohong.

”Kami ingin agar pilkada ini melahirkan pemimpin berintegritas. Semua sudah berkomitmen melaksanakan pilkada damai tanpa politik uang, politisasi SARA, dan hoaks, serta gesekan. Jika ada yang melanggar, dan terbukti, ada sanksi peringatan hingga diskualifikasi. Karena itu, masyarakat juga harus turut aktif mengawasi dan mengawal pilkada,” kata Arief di Makassar, Minggu (18/2).

Arief mengatakan hal ini seusai Deklarasi Nasional Pilkada Damai yang dipusatkan di Makassar. Acara yang digelar di Anjungan Pantai Losari ini dihadiri empat pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulsel. Keempatnya: pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Muzakkar (1), Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (2), Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (3), dan Ichsan Yasin Limpo-A Muzakkar (4).

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan petinggi partai politik serta pelaksana pilkada turut hadir. Selain pembacaan deklarasi pilkada damai dan penandatanganan prasasti, juga pelepasan puluhan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Menurut Arief, pilkada tahun ini amat penting bukan hanya bagi para pasangan calon, melainkan juga bagi parpol. ”Sebab, yang memenangi pilkada nanti dan menguasai daerah akan ikut menentukan pemilu dan pilpres. Karena itu, mari kita jaga agar pilkada tanpa gesekan,” katanya.

Di Semarang, pasangan cagub-cawagub Jateng, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah berkomitmen mewujudkan Pilkada Jateng aman dan sejuk. Tim pendukung diminta tak terprovokasi isu politik identitas yang kerap beredar di media sosial.

Kedua pasangan calon mengikuti kampanye pilkada damai di Kantor KPU Jateng, Kota Semarang, Minggu pagi. Mereka menjalani serangkaian acara, mulai dari senam pagi, sarapan bersama, pengucapan deklarasi kampanye damai, pelepasan balon dan burung merpati, hingga konvoi kendaraan hias.

Ganjar mengatakan, Pilkada Jateng harus membuat hati rakyat senang. Mereka jangan dibuat resah oleh kabar bohong. Karena itu, kampanye hitam melalui media sosial juga patut diwaspadai. Pada hari pertama masa kampanye muncul ujaran negatif bernuansa SARA dari akun Twitter pendukung Ganjar/Yasin.

”Kemarin ada yang pakai akun @ganjar2periode, tapi menjelekkan Pak Sudirman, saya tidak terima. Yang kecil ini harus dipadamkan dan polisi sudah jemput bola,” kata Ganjar.

Menanggapi hal itu, Sudirman menilai, Pilkada Jateng adalah pesta rakyat yang harus dirayakan dengan aman dan tertib. Dalam berbagai kesempatan, Sudirman menekankan masalah kemiskinan sebagai fokus utama.

Dia juga menargetkan kemenangan di Brebes, daerah kelahirannya. ”Target 100 persen tidak realistis, tetapi saya harus menang mutlak di Brebes. Kawan di Brebes, baik dari parpol maupun relawan, siap menangi Brebes,” kata Sudirman.

Di Kantor KPU Kalbar di Pontianak, Minggu, juga dilaksanakan deklarasi kampanye damai. Dalam acara itu, para pasangan cagub-cawagub Kalbar sepakat melaksanakan kampanye dengan tetap menjaga kondusifitas.

Pilkada Kalbar 2018 diikuti tiga pasangan cagub-cawagub. Pasangan nomor urut 1 adalah Milton Crosby-Boyman Harun, sementara pasangan no urut 2 Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot, dan pasangan no urut 3 Sutarmidji-Ria Norsan.

Ketua KPU Kalbar Umi Rifdiyawaty, Minggu, mengatakan, deklarasi kampanye damai bertujuan membangun komitmen bersama para pasangan calon kepala daerah agar melakukan kampanye yang damai dan edukatif. ”Pascadeklarasi ini diharapkan para pasangan calon kepala daerah patuh pada aturan. Contohnya, tidak kampanye yang berunsur SARA,” kata Umi.

”Kalbar termasuk yang rawan konflik. Pada deklarasi kampanye damai ini, kami ingin membangun spirit damai. Jangan sampai terjadi konflik karena pilkada di Kalbar selalu damai,” ujar Umi.

Menurut Penjabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji, deklarasi kampanye damai ini merupakan kegiatan positif untuk terselenggaranya pilkada damai. ”Marilah berkampanye dengan damai. Tunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” kata Dodi.

Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Inspektur Jenderal Didi Haryono mengimbau agar bersama-sama menjaga harkat dan martabat sebagai masyarakat Kalbar yang cinta damai. Didi mengajak semua elemen untuk menjadikan Kalbar sebagai percontohan pilkada aman-damai.

Di Ambon, tim sukses bersama tiga pasangan cagub-cawagub Maluku juga diminta menjaga suhu politik agar tetap sejuk, tanpa menggunakan isu SARA demi kemenangan. Cara itu dapat merusak kedamaian Maluku yang kini dalam pemulihan pascakonflik sosial bernuansa SARA belasan tahun silam.

Penegasan itu disampaikan Penjabat Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Ketua KPU Maluku Syamsul R Kubangun, dan Ketua Bawaslu Maluku Abdullah Ely dalam sambutan mereka pada deklarasi kampanye damai di Ambon, Minggu. Deklarasi berlangsung di monumen Gong Perdamaian Dunia.

Tiga pasangan dimaksud adalah Said Assagaff-Anderias Rentanubun, Murad Ismail-Barnabas Orno, dan Herman A Koedoeboen-Abdullah Vanath. Said-Anderias mendapat no urut 1, Murad-Barnabas no urut 2, dan Herman-Abdullah no urut 3.

”Pelaksanaan deklarasi kampanye damai di Gong Perdamaian Dunia ini menjadi simbol bahwa Pilkada Maluku menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Pilkada yang menyenangkan, bukan yang mengkhawatirkan,” kata Syamsul (REN/KRN/EGI/BRO/ODY/ESA/FRN/COK)

Dikliping dari artikel yang terbit di harian Kompas edisi 19 Februari 2018 di halaman 22 dengan judul “Ikrar Damai Bersama”. https://kompas.id/baca/nusantara/2018/02/19/ikrar-damai-bersama/

Load More Related Articles
Load More By rumahpemiluadmin
Load More In Kliping Berita
Comments are closed.

Check Also

MK dan Pilihan Sistem Pemilu OLEH TITI ANGGRAINI

Dalam catatan Andrew Reynolds dkk (2005), secara tradisional sistem pemilu jarang dipilih …