Home Berita Inisiatif Kok Bisa, Jadikan Video untuk Perkenalkan Politik ke Milenial

Inisiatif Kok Bisa, Jadikan Video untuk Perkenalkan Politik ke Milenial

Comments Off on Inisiatif Kok Bisa, Jadikan Video untuk Perkenalkan Politik ke Milenial
0
135

“Kita ingin kasih informasi yang gampang diterima oleh milenial. Karena, milenial itu menurut riset, lebih suka nonton daripada baca. Dan juga, kami berusaha untuk jadi komunikator, penyambung antara omongan politisi yang terlalu pintar sehingga pesannya susah diterima, dengan milenial yang masih belum tahu hal-hal dasar tentang politik,” tutur Gerald Sebastian, salah satu pendiri channel Youtube Kok Bisa, pada diskusi “Muda Terlibat: Menjadi Pemilih Muda yang Turut Berperan di Pemilu 2019” di auditorium Kedasi, Tanah Abang, Jakarta Pusat (19/1).

Pada diskusi tersebut, Gerald menceritakan inisiatif Kok Bisa yang berupaya memperkenalkan politik ke masyarakat, terutama pemilih milenial, melalui konten-konten video di Youtube. Gerald mengatakan, kunci agar video edukasi politik menarik dan mudah dipahami oleh milenial adalah judul yang memancing rasa penasaran, durasi video yang tidak terlalu lama, dan pemilihan bahasa yang mudah diserap. Kok Bisa mendesain konten videonya untuk mendorong keingintahuan penonton lebih lanjut tentang suatu isu yang diangkat.

“Jadi poinnya, mereka bisa nonton dan mereka menyerap informasi. Ketika mereka paham dan tertarik, mereka akan cari tahu lebih dalam tentang isu itu. Misal, kita dulu pernah angkat topik bisa gak sih kita bikin negara sendiri. Nah, judul kayak gini bikin milenial kepo,” jelas Gerald.

Untuk Pemilu 2019, Kok Bisa akan membuat konten video yang dapat menjawab keresahan-keresahan milenial sekaligus memberikan informasi-informasi dasar mengenai Pemilu 2019. Salah satu konten yang tengah digarap yakni mengenai apa itu calon anggota legislatif (caleg).

“Kita akan bikin series. Mestinya Maret ini sudah keluar beberapaa lah. Yang pasti April, udah keluar semua. Nanti akan kita jelaskan juga apa beda DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPRD (DPR Daerah), dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah), apa gunanya caleg, dan apa kerjanya wakil presiden juga,” ujar Gerald.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini mengajak Kok Bisa untuk mengisi konten video edukasi pada website www.pintarmemilih.id. Menurutnya, konten yang dibuat Kok Bisa mampu membuat pemilu menarik di mata milenial.

“Di tangan Kokbisa, pemilu itu bisa asik. Data itu bisa hidup. Makanya, pemilu itu harus inklusif. Data harus dibuka seluas-luasnya, agar semua bisa terlibat aktif untuk Pemilu kita,” kata Titi.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

Titi Anggraini: Kehadiran Pemantau Pemilu Asing Tak Bisa Dipaksakan

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) merupakan lembaga masyarakat sipil kedua…