Home Berita Launching Buku Kinerja Lima Tahun, KPU RI 2012-2017: Kami Ingin Torehkan Sejarah

Launching Buku Kinerja Lima Tahun, KPU RI 2012-2017: Kami Ingin Torehkan Sejarah

Comments Off on Launching Buku Kinerja Lima Tahun, KPU RI 2012-2017: Kami Ingin Torehkan Sejarah
0
1,989

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis lima buku Kinerja Lima Tahun KPU RI 2012-2017. Satu buku dokumentasi berupa album foto, satu buku laporan penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, satu buku Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015, satu buku Pilkada 2017, dan satu buku tentang inovasi kepemiluan.

“Buku ini adalah pertanggungjawaban kami kepada publik. Sudah kami sampaikan ke Presiden dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Publik dapat melihat perkembangan kepemiluan pada masa kepemimpinan kami melalui buku ini,” kata Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro, di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat (10/4).

Anggota KPU RI, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa tak kurang dari enam puluh buku telah diterbitkan oleh KPU selama 2012-2017. Pada Maret 2017, KPU menerbitkan tiga buku mengenai pelaksanaan pemilu Indonesia di luar negeri, dan hubungan KPU dengan KPU internasional.

“Setiap tahun, KPU menerbitkan sepuluh sampai sebelas judul buku. Ini berarti, setiap bulannya KPU  mengeluarkan buku. Dibawah Mas Hadar ini KPU produktif. Kami ingin menorehkan sejarah,” kata Sigit.

Sigit kemudian menjelaskan bahwa di buku tersebut dituliskan proses penyelenggaraan pemilu yang jarang diungkap oleh media, seperti pengiriman logistik ke wilayah-wilayah yang sulit diakses dan keunikan Pemilu Serentak di Lampung pada 2014. Ada pula kisah menarik yang diceritakan, seperti Hadar Nafis Gumay, anggota KPU periode 2012-2017, yang mendapat gelar sebagai negarawan KPU oleh Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshidiqqie.

“Ada beberapa detil yang tidak diceritakan oleh buku-buku sebelumnya tentang KPU yang dibuat oleh lembaga lain. Banyak kisah menarik, klarifikasi atas beberapa kasus, dan juga pernak-pernik pilkada,” kata Sigit.

Bagi KPU, menulis adalah tindakan penting untuk mewarisi intelektual dan pengalaman. KPU berharap, laporan pertanggungjawaban yang diabadikan dalam buku dapat menjadi sumbangan besar untuk khazanah kepemiluan di Indonesia.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

MPI Minta Timsel Berkomitmen Penuhi Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu

Tim Seleksi (Timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemili…