Home Liputan Khusus Orang Kuat Daerah dan Dinasti Politik di Pilkada Paslon Tunggal

Orang Kuat Daerah dan Dinasti Politik di Pilkada Paslon Tunggal

Comments Off on Orang Kuat Daerah dan Dinasti Politik di Pilkada Paslon Tunggal
0
171

Setelah memperpanjang masa pendaftaran di daerah yang hanya ada satu pasangan calon tunggal, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kembali menerima tiga pendaftaran paslon dari partai politik di tiga daerah. Dengan demikian, daerah berpaslon tunggal menjadi 25.

Berikut 24 daerah dengan paslon tunggal beserta nama paslon tunggal yang telah ditetapkan oleh KPU, dengan 1 daerah yang masih berpotensi calon tunggal.

  1. Humbang Hasundutan: Dosmar Banjarnahor-Oloan Nababan
  2. Pasaman: Benny Utama-Sabar AS
  3. Ogan Komering Ulu (OKU): Kuryana Azis-Johan Anuar
  4. OKU Selatan: Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir
  5. Bengkulu Utara: Mian-Arie Septia Adinata
  6. Kebumen: Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih
  7. Boyolali: Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan
  8. Wonosobo: Afif Nurhidayat – Muhammad Albar
  9. Sragen: Kusdinar Untung Yuni Sukowati -Suroto
  10. Grobogan: Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto
  11. Ngawi: Ony Anwar Harsono-Dwi Rianto Jatmiko
  12. Kediri: Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa
  13. Badung: I Wayan Giri Prasta – I Ketut Suiasa
  14. Sumbawa Barat: HW Musyafirin – Fud Syaifuddin
  15. Kutai Kartanegara: Edi Damansyah – Rendi Solihin
  16. Gowa: Adnan Purichta Ichsan – Abdul Rauf Mallaganni Karaeng Kio
  17. Soppeng: Kaswadi Razak – Luthfi Halide
  18. Mamuju Tengah: M. Aras Tamauni – H. Muh. Amin Jasa
  19. Raja Ampat: Abdul Faris Umlati dan Orideko Irino Burdam
  20. Pegunungan Arfak: Yosias Saroy – Marinus Mandacan
  21. Gunung Sitoli: Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli
  22. Pematangsiantar: Asner Silalahi – Susanti Dewayani
  23. Kota Semarang: Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu
  24. Kota Balikpapan: Rahmad Mas’ud – Thohari Aziz
  25. Manokwari Selatan: Markus Waran – Wempy Rengkung (belum ada penetapan)

Sebelumnya, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Bintan, dan Kota Sungai Penuh hanya ada satu bakal paslon.

Pada masa perpanjangan pendaftaran, Soekirman-Tengku Muhammad Ryan Novandi dengan dukungan Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) mendaftar ke KPU Kabupaten Serdang Bedagai. PAN pada awalnya turut mengusung paslon Darma Wijaya- Adlin Umar Yusri Tambunan bersama 7 partai lainnya.

Di Kabupaten Bintan, paslon Alias Wello-Dalmasri juga melakukan pendaftaran. Alias-Dalmasari didukung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai NasDem. PDIP, pada masa pendaftaran awal, mendukung paslon Apri Sujadi-Roby Kurniawan yang telah diusung oleh lima partai lain.

Di Kota Sungai Penuh, perubahan koalisi partai pengusung juga terjadi. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Beringin Karya (Berkarya) yang semula mendukung paslon Fikar Azami-Yos Adrino, kini mengusung paslon Ahmadi Zubir-Alvia Santoni bersama PDIP.

Orang-orang kuat daerah dan dinasti politik di Pilkada paslon tunggal

Rumahpemilu.org, dengan memanfaatkan data calon yang dipublikasi di infopemilu2.kpu.go.id dan data paslon tunggal dan dinasti politik yang dikumpulkan oleh Peneliti Perludem, Catherine Natalia, melakukan kajian terhadap latar belakang paslon.

Hasilnya, paslon tunggal merupakan figur-figur kuat di daerah (baca: petahana bupati dan wakil bupati, anggota DPRD, dan birokrat) yang kerap beririsan dengan dinasti politik di daerah. Salah satunya dinasti Limpo yang ada di dua daerah paslon tunggal, yakni Pilkada Kabupaten Gowa dan Kabupaten Soppeng di Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Gowa, petahana bupati dan wakil bupati memborong dukungan semua partai. Petahana bupati, Adnan Purichta Ichsan, adalah anak dari mantan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, yang menjabat selama dua periode pada tahun 2005 hingga 2015.

Di Kabupaten Soppeng, petahana bupati, A.Kaswadi Razak menggandeng Lutfi Halide, besan mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Syahrul adalah kakak dari Ichsan, Bupati Gowa. Syahrul yang kini menjabat sebagai Menteri Pertanian, pernah mengangkat Lutfi sebagai staf khusus Menteri Pertanian.

Berikut hasil kajian kami.

  • Terdapat 11 paslon petahana kepala daerah-wakil kepala daerah yang maju di Pilkada paslon tunggal. 11 paslon tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Kuryana Azis-Johan Anuar, Pilkada OKU
  2. Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir, Pilkada OKU Selatan
  3. Mian-Arie Septia Adinata, Pilkada Bengkulu Utara
  4. I Wayan Giri Prasta-I Ketut Suiasa, Pilkada Badung
  5. HW Musyafirin–Fud Syaifuddin, Pilkada Sumbawa Barat
  6. Adnan Purichta Ichsan-Abdul Rauf Mallaganni Karaeng Kio, Pilkada Gowa
  7. Aras Tamauni-Muh.Amin Jasa, Pilkada Mamuju Tengah
  8. Yosias Saroy-Marinus Mandacan, Pilkada Pegunungan Arfak
  9. Markus Waran-Wempy Rengkung, Pilkada Manokwari Selatan
  10. Lakhomizaro Zebua-Sowa’a Laoli, Pilkada Gunung Sitoli
  11. Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu, Pilkada Semarang

Dari 11 paslon petahana kepala daerah-wakil kepala daerah, terdapat 4 calon yang terkait dengan dinasti politik atau memiliki kekerabatan dengan elit politik di daerah.

Popo Ali Martopo adalah keponakan mantan Bupati OKU Selatan dua periode (2005-2015), Muhtadin Serai.

Aras Tamauni terkait dengan dinasti politik di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Empat anak dari Aras Tamauni menempati jabatan politik. Arwan Aras menjabat sebagai anggota DPR RI. Amalia Fitri Aras, anggota DPRD Provinsi Sulbar. Arsal Aras, Ketua DPRD Mamuju Tengah. Nirmalasasi Aras, anggota DPRD Mamuju Tengah dan merupakan istri dari Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari.

Kemudian di Pilkada Semarang, petahana wakil wali kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu, adalah istri dari Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Alwin Basri.

Satu kasus lain adalah Pilkada Kota Gowa yang melibatkan dinasti Limpo.

  • 4 petahana kepala daerah (tanpa wakil kepala daerah) maju kembali di Pilkada palson tunggal. 4 petahana yang dimaksud yakni:
  1. Dosmar Banjarnaho, Pilkada Humbang Hasundutan
  2. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Pilkada Sragen
  3. Sri Sumarni, Pilkada Grobogan
  4. Edi Damansyah, Pilkada Kutai Kartanegara
  5. Kaswadi Razak, Pilkada Soppeng
  6. Abdul Faris Umlati, Pilkada Raja Ampat

Dua petahana kepala daerah terhubung atau menggandeng figur yang terkait dengan dinatsi politik. Kusdinar di Sragen adalah anak Bupati Sragen dua periode (2001-2011), Untung Wiyono. Kaswadi di Soppeng maju kembali dengan menggandeng politisi Partai NasDem dan besan dari keluarga Syahrul Yasin Limpo.

  • 3 petahana wakil kepala daerah di Pilkada paslon tunggal 2020
  1. Mohammad Said, Pilkada Boyolali
  2. Ony Anwar Harsono, Pilkada Ngawi.

Ony adalah anak dari Harsono, Bupati Ngawi dua periode (2000-2010.

  1. Rahmad Mas’ud, Pilkada Balikpapan

Rahmad adalah kakak dari Abdul Gafur Mas’ud, Bupati Penajam Paser untuk periode 2018-2023.

 

  • 3 mantan ASN maju sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah
  1. Asner Silalahi – Susanti Dewayani

Asner adalah mantan aparatur sipil negara (ASN) di Departemen Pekerjaan Umum yang mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon wali kota Pematangsiantar. Begitu pula dengan Susanti yang merupakan pensiunan ASN dokter spesialis anak di Pemerintah Kota Pematangsiantar.

  1. Orideko Irino Burdam, Pilkada Raja Ampat

Orideko adalah ASN Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

 

  • 2 paslon pindah kursi DPRD
  1. Benny Utama – Sabar AS, Pilkada Pasaman.

Paslon ini sama-sama duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

  1. Afif Nurhidayat – Muhammad Albar

Afif dan Albar merupakan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Wonosobo periode 2019-2024.

 

  • 4 anggota DPRD direkrut sebagai wakil kepala daerah
  1. Suroto, Pilkada Sragen.

Suroto adalah anggota DPRD Kabupaten Sragen dari Fraksi PKB.

  1. Dwi Rianto Jatmiko, Pilkada Ngawi

Dwi adalah Ketua DPRD Kabupaten Ngawi.

  1. Rendi Solihin, Pilkada Kutai Kartanegara

Rendi adalah anggota DPRD Kutai Kartanegara.

  1. Thohari Aziz, Pilkada Balikpapan

Thohari adalah Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan.

Fenomena lain di Pilkada paslon tunggal yakni hadirnya anak Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramana sebagai calon tunggal di Pilkada Kediri. Hanindito memilih Dewi Mariya Ulfa sebagai calon wakil bupati. Dewi merupakan Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Kediri. Kediri memang basis massa NU.

Tak ada kompetisi, kampanye kotak kosong mesti diberi ruang

Majunya orang-orang kuat di daerah sebagai paslon tunggal tak menyisakan dukungan partai politik untuk kandidat lainnya. Di Pematang Siantar misalnya, Staf Divisi Teknis, Gina Ginting menceritakan kepada rumahpemilu.org pada Rabu (16/9) bahwa awalnya terdapat tiga paslon yang hendak mendaftar sebagai kandidat. Satu paslon dari jalur perseorangan gagal meneruskan pencalonan karena kekurangan dukungan perbaikan. Satu paslon lain yang didukung oleh PAN dan Partai Hanura, yakni Hefriansyah-Wesli Silalahi, tak jadi mendaftar.

“Pada saat kita membuka helpdesk sebelum pendaftaran, ada tim LO paslon yang konsultasi ke KPU Pematangsiantar. Satu, Tim LO paslon Asner-Susanti. Dua, Tim LO Hefriansyah-Wesli Silalahi. …. Dan yang mendaftar itu hanya paslon Asner-Susanti dan semua dihadiri ketua dan sekretaris dari 8 DPC (Dewan Pimpinan Cabang). Kursi PAN dan Hanura cukup untuk mencalonkan paslon. Makanya saya juga heran kenapa mereka ikut hadir pas pendaftaran Bu Susanti,” tutur Gina.

Tiadanya kompetisi, menurut redaksi rumahpemilu.org, merugikan pemilih yang memiliki kepentingan untuk menjadikan pemilu di tingkat lokal sebagai momentum untuk membawa kepentingan-kepentingannya ke dalam program kerja kandidat. Tak adanya lawan kompetisi dikhawatirkan membuat diskursus kepentingan daerah stagnan. Publik hanya akan menerima informasi dan tawaran dari satu paslon.

Menghadapi kondisi tersebut, penting KPU mengatur ruang di dalam Peraturan KPU (PKPU) untuk gerakan kotak kosong. Gerakan dapat dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil yang tak memiliki kesamaan gagasan atau pandangan dengan paslon tunggal. Keberadaan gerakan kotak kosong akan mendorong paslon tunggal untuk lebih memperhatikan kepentingan masyarakat di daerah dan menjamin ruang demokrasi yang beragam.

Kepastian ruang bagi gerakan kotak kosong di PKPU penting untuk menghindari kriminalisasi, pembubaran, atau intimidasi kepada kelompok masyarakat yang terlibat dalam gerakan kotak kosong. Kejadian intimidasi terhadap gerakan kotak kosong pernah terjadi di Pilkada Pati 2017.

Hariz Azhar dari Lokataru Foundation pada diskusi “Peran MK dalam Mewujudkan Keadilan Substansial, Pro Kontra Ambang Batas Suara Sengketa Pilkada” (2/3/2018) mengisahkan tindakan intimidasi terhadap Aliansi Kotak Kosong berupa pelarangan kegiatan sosialisasi memilih kotak kosong, pencopotan dan perusakan alat kampanye, dan perusakan terhadap mobil Ketua Aliansi Kawal Demokrasi Pilkada Pati, Suroyo.

Load More Related Articles
Load More By AMALIA SALABI
Load More In Liputan Khusus
Comments are closed.

Check Also

Relawan Kolom Kosong Pilkada Kebumen: Kami Tak Mau Hanya Satu Paslon

Jumlah Pilkada pasangan calon (paslon) tunggal di Pilkada Serentak 2020 meningkat. Jika di…