Home Publikasi PEMILU DALAM PERSPEKTIF PENYELENGGARA

PEMILU DALAM PERSPEKTIF PENYELENGGARA

Comments Off on PEMILU DALAM PERSPEKTIF PENYELENGGARA
0
810

20160201_110534_1916082_10154033711779305_4022622557815367768_nPADA bulan Desember tahun 2015 dilaksanakan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di berbagai daerah di Indonesia. Inilah untuk pertama kali perhelatan Pilkada secara serentak di Sembilan provinsi dan 260 kabupaten/kota. Gelombang kedua pilkada akan dilaksanakan pada 2017 dan gelombang ketiga pada 2018.

Relevansi buku ini dengan Pilkada pada akhir tahun ada di bagian pertama. Dapat dibaca dan dicermati bagaimana kondisi cuaca, persiapan dan pelaksanaan Pilkada di daerah kepulauan yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina itu. Penulis memaparkan kebijakan KPU Provinsi Sulawesi Utara yang memundurkan hari pemungutan suara pada 9 Desember 2013 sempat diprotes rohaniawan karena di Kabupaten Kepulauan Talaud mayoritas umat Nasrani yang sudah melakukan persiapan perayaan Natal.

Mengatur distribusi logistik menjadi tantangan tersendiri bagi KPU Provinsi Sulawesi Utara. Daerah Kepulauan Talaud untuk distribusi logistik menggunakan sarana angkutan darat, laut dan udara. Ke Pulau Miangas yang berbatasan dengan Filipina, sebagai contoh, lama perjalanan 15 hari dari Pelabuhan Bitung. Bila terjadi gelombang di Samudera Pasifik, tingginya mencapai enam meter, kondisi ini diikuti dengan tiupan angin kencang. Dalam keadaan seperti itu, nakhoda kapal tidak melakukan perjalanan menuju Miangas. Hal seperti ini yang harus diperhitungkan dalam mendistribusikan logistik.

Di bagian dua buku ini, menyajikan catatan dari lapangan tentang pelaksanaan pemilihan umum di negeri permata, Sri Lanka. Penulis menceritakan bagaimana secara teknis pendataan pemilih, pemberian suara melalui pos dan pelaksanaan pada hari pemungutan suara. Bagian ketiga mengangkat bagaimana masalah keterwakilan perempuan dalam dunia politik di Indonesia. Bagian keempat mengenai anatomi daftar pemilih.

Bagian kelima tentang integritas Pemilu 2014. Penulis menyajikan tulisan malpraktik pemilu untuk memenangkan kontestasi dengan cara manipulasi. Hal ini perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pilkada serentak dimulai 9 Desember 2015, serta pemilihan umum 2019 mendatang.

Selamat membaca.

Husni Kamil Manik

Ketua KPU RI

Download Attachments

File Downloads
pdf Pemilu dalam Perspektif Penyelenggara 89
pdf Cover 79
Load More Related Articles
Load More By Mardiansyah
Load More In Publikasi
Comments are closed.

Check Also

Pemilu Serentak Daerah Perlu Penataan Jadwal dan Simulasi Jabatan Kepala Daerah dan DPRD

Deputi Perludem: Khoirunnisa Agustyati. “Pemilu Serentak Daerah Perlu Penataan Jadwa…