KPK, Polri, dan DPR Jadi Lembaga yang Kurang Dipercaya Mahasiswa

Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Republik Indonesia, dan Dewan Perwakilan Rakyat merupakan lembaga negara yang kurang dipercaya mahasiswa. Ini merupakan salah satu temuan dari hasil survei Research Centre for Politics and Government (Pol-Gov) Universitas Gajah Mada (UGM). Pengetahuan ini diharapkan bisa mendorong keterhubungan antara pemilihan dan peserta pemilu untuk ditindaklanjuti dalam pemerintahan terpilih hasil pemilu.

“Yang agak warning KPK, POLRI dan DPR. Ini tahun politik saya pikir penting untuk mengevaluasi itu,” kata Dosen Departemen Politik Pemerintahan (DPP) UGM, Arya Budi dalam merilis Hasil Survei Preferensi Politik Mahasiswa di Pemilu 2024, Jakarta Pusat (26/9). .

Di antara lembaga-lembaga intermediary, cabang penyelenggara pemilu meliputi KPU, BAWASLU, dan DKPP mendapatkan tingkat kepercayaan yang hampir sama sekitar 56. DPR menempati posisi dengan skor terendah yakni 40.61.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh mengatakan, bisa jadi memang kinerja DPR harus didorong lebih. Nihayatul juga menambahkan, perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait pendekatan yang efektif pada kelompok muda. Karena pemilih muda yang mencapai 56,45% atau sekitar 113 juta pemilih.

“Tingkat apatisme yang tinggi, itu kalo bumbung kosong dia yang menang. Kita juga khawatir, berarti yang namanya partai dan capres belum sampai ke ranah mahasiswa. Kampus harus mengisi pendidikan politiknya,” tutupnya. []