Februari 26, 2024
iden

Ramai-Ramai Mengawal Pemilu 2024

Pemilu 2024 dihadapkan dengan berbagai persoalan yang berpotensi menurunnya integritas pemilu di Indonesia. Dalam upaya menjaga integritas Pemilu 2024, muncul berbagai inisiatif dari organisasi masyarakat dalam bentuk platform maupun aplikasi pemantauan pemilu yang dapat dimanfaatkan oleh publik, diantaranya kanal kecuranganpemilu.com, rekamjejak.net, dan aplikasi JagaSuara2024. Upaya tersebut dilakukan untuk menghadirkan pemilu yang bersih serta demokratis.

“Hadirnya inisiasi pemantauan pemilu sebenarnya untuk memastikan pemilu berjalan secara demokratis dan berintegritas. Karena proses pemilu itu menjadi salah satu indikator baiknya demokrasi,” kata Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Heroik Pratama dalam diskusi bertajuk “Menjaga Integritas Pemilu 2024 Melalui Inisiatif Pemantauan Pemilu oleh Organisasi Masyarakat Sipil” di Cikini, Jakarta (28/1).

Melalui upaya dari beragam pemantauan pemilu tersebut memungkinkan pengawasan yang lebih efektif terhadap proses berjalannya Pemilu 2024, terlebih informasi yang terkumpul akan tersedia secara publik dan dapat diakses masyarakat umum. Inisiatif tersebut dilakukan mengingat pada Pemilu 2019 lalu banyak terjadi kecurangan dan pelanggaran dalam proses pemilu.

RekamJejak.net

RekamJejak.net merupakan sebuah platform digital yang dikembangkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menyajikan informasi seputar rekam jejak pejabat publik dan calon pejabat publik. Melalui kanal tersebut pemilih dapat mengetahui informasi mengenai rekam jejak tokoh publik yang akan maju dalam pemilihan umum, baik anggota legislatif maupun calon Presiden serta Wakil Presiden tahun 2024.

“Daftar riwayat hidup caleg di Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu belum semua ditampilkan, padahal informasi itu penting untuk diketahui oleh masyarakat. Namun belum didukung dengan penyediaan informasi yang cukup oleh penyelenggara pemilu,” kata Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Seira Tamara menjelaskan Rekam Jejak.

Seira menjelaskan, untuk mendapatkan informasi mengenai caleg tertentu di Rekam Jejak, pemilih bisa menuliskan nama caleg pada kolom pencarian, kemudian profilnya akan muncul dan dapat dibuka. Selanjutnya pemilih bisa mencermati informasi yang tersedia meliputi profil singkat, riwayat pekerjaan dan politik, afiliasi keluarga dan bisnis, sikap dan pernyataan terkait pembentukan regulasi bermasalah, kepatuhan melaporkan harta kekayaan, dan informasi lainnya.

“Jadi memang bukan semua anggota DPR RI yang ditampilkan, namun ada beberapa filter. Kanal ini akan kami gunakan untuk memuat informasi soal pencalonan pejabat publik lain,” ucapnya.

Selain itu, melalui kanal Rekam Jejak juga bisa digunakan untuk pemantauan dana kampanye dengan perkiraan pengeluaran di lapangan. Pemantauan dan pelaporan dana kampanye meliputi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), posko pemenangan, pemberian materi atau hadiah, dan penyelenggaraan kegiatan.

“Dalam Rekam Jejak itu, kalau di klik Ayo Ikut Pantau Penggunaan Dana Kampanye akan ada form pelaporan dan foto pendukung. Seluruh data yang masuk akan kami gunakan untuk penelitian kami, untuk pelaporan dana kampanye yang ril atau tidak,” terangnya.

Kecuranganpemilu.com

Peta Kecurangan Pemilu menjadi salah satu wadah bersama bagi masyarakat untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024 agar dapat berjalan secara demokratis. Platform tersebut berangkat dari kesadaran bahwa penyelenggaraan pemilu tidak terlepas dari kecurangan yang dilakukan oleh banyak pihak. Dengan website tersebut masyarakat dapat melaporkan, mengumpulkan dan menunjukkan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

“Segala hal berkaitan dengan kecurangan akan kita tampilkan dalam bentuk peta, ini berkaitan dengan pengalaman 2019 yang harus mensyaratkan TSM. Karena seluruh angka kecurangan bisa terlihat akan mudah diketahui alat bukti dan akan mudah dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Peneliti senior Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas Feri Amsari menerangkan Peta Kecurangan Pemilu.

Menurut Feri, banyaknya dugaan potensi kecurangan dalam penunjukan penjabat (Pj) kepala daerah, masalah netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), dan kecurangan yang dilakukan oleh banyak pihak masyarakat perlu bersama mengawal pemilu dari kecurangan. Karena itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengumpulkan dan menunjukkan kecurangan yang terjadi kepada masyarakat luas.

Masyarakat umum dapat melaporkan kecurangan dalam kawalkecuranganpemilu.com setelah melakukan pendaftaran dengan memasukkan informasi pribadi. Setelah terdaftar, akan ada kolom kecurangan yang harus diisi meliputi; wilayah kecurangan, jenis kecurangan, kronologi, dan alat bukti. Kemudian setelah laporan selesai dibuat, akan muncul dalam bentuk peta kecurangan yang dapat dilihat oleh publik.

Aplikasi JagaSuara2024

JagaSuara2024 merupakan aplikasi pemantauan pemilu khususnya terkait penghitungan suara, dengan memotret dan membaca formulir perhitungan suara (formulir C.Hasil) di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melakukan pemantauan dengan mengumpulkan data perolehan suara Pemilu 2024.

Direktur Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit), Hadar Nafis Gumay menjelaskan aplikasi Jaga Suara 2024 memerlukan partisipasi masyarakat, karena platform tersebut memanfaatkan pengumpulan data publik. Cara kerja aplikasi tersebut hanya perlu memfoto hasil penghitungan rekapitulasi suara di masing-masing TPS. Setelah pengguna memfoto formulir C. Hasil aplikasi akan mendeteksi menggunakan sistem optical character recognition (OCR) untuk mengekstrak teks dari gambar. Jika foto sudah sesuai dan tidak keliru, hasil akan langsung dikirim ke pusat pengelolaan, kemudian hasilnya akan terlihat untuk publik.

“Kami berharap masyarakat menyebarluaskan ini untuk mengawal pemilu, jika pengawalan ini ramai-ramai akan memungkinkan mengurangi kecurangan dalam pemilu. Nanti akan ada relawan pemantau untuk membantu memverifikasi data,” kata Hadar.

Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati Tangka menyambut baik upaya-upaya pemantauan dan pengawalan pemilu, terlebih pelaporan yang dilakukan terhadap penyelenggara pemilu seringkali tidak mendapatkan tanggapan. Upaya ini menurut Mike bisa menjadi kontrol jika penyelenggara pemilu abai dan tidak bekerja secara profesional.

“Jadi menjadi hal penting untuk mengawalnya, koalisi perempuan memiliki jaringan akar rumput yang akan memantau berjalannya pemilu. Kita akan membantu melalui jaringan kita untuk mencermati pungut hitung sampai dengan pemilihan suara selesai. Semoga menjadi kolaborasi bersama untuk melawan dan menguatkan pemilu kita,” kata Mike. []