KPU RI Imbau Masyarakat Tidak Alergi Politik

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017, isu-isu mengenai kepemiluan mulai mencuat. Salah satunya, yakni, ketidakinginan masyarakat untuk memilih yang disebabkan oleh adanya pandangan bahwa politik itu kotor dan hilangnya kepercayaan kepada partai. Hal ini akan menjadi batu sandungan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang menargetkan 77,5 persen partisipasi pemilih di seluruh daerah di Pilkada mendatang.

“Politik itu tidak kotor, tapi orang-orangnya. It is man behind the gun. Jadi masyarakat jangan alergi pada politik dan partai politik,” kata Ferry Kurnia Rizkiyansyah, anggota KPU, pada acara Kursus Singkat Kepemiluan, di Salemba, Jakarta Pusat (15/11).

Selanjutnya, Ferry mengatakan bahwa masyarakat perlu mendorong reformasi dan perbaikan partai dengan bergabung menjadi anggota partai. Pasalnya, perubahan tak akan terjadi apabila masyarakat hanya sibuk mengkritik melalui media sosial. Partai adalah institusi yang merekrut para calon pemimpin.

“Kalau mau bangun politik ketatanegaraan yang baik, masuklah ke partai. Jadi kader yang baik, yang bekerja untuk kepentingan rakyat. Kader yang memiliki integritas pada kepentingan rakyat akan membuat partai menjadi berdaya,” tukas Ferry.

Ferry berharap masyarakat memahami pemilu dan demokrasi sebagai sebuah alat untuk mencapai kesejahteraan, bukan alat kekuasaan. Penyelenggara pemilu akan berupaya mendorong demokrasi yang menyejahterakan dan mencegah terjadinya pemerintahan eksklusif.