Pansus RUU Pemilu Bahas Lima Isu Krusial Hari Ini

Kamis, 8 Juni 2017, Panitia khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu menyelenggarakan rapat terakhir untuk membahas lima isu krusial. Isu parliamentary threshold, presidential threshold, sistem pemilu terbuka atau tertutup, dan besaran daerah pemilihan (dapil) akan dibahas.

“Hari ini kami akan menyelesaikan lima isu krusial yang memang disiapkan forumnya hari ini, bukan karena tertunda. Kalau hari ini gak selesai, kita lanjut besok,” kata Ketua Pansus RUU Pemilu, Muhammad Lukman Edy, di Senayan, Jakarta Selatan.

Edy kemudian mengatakan bahwa masih ada dua isu lainnya yang belum diputuskan karena menunggu sikap Pemerintah. Dua isu itu yakni dana saksi dan distribusi lima belas kursi tambahan.

“Dua isu itu tapi lebih ke lobi-lobi. Kalau sikap Pansus sih kita sudah gak ada masalah soal itu. Tinggal nunggu Pemerintah jawab apa, itu kesimpulannya,” jelas Edy.

Isu presidential threshold dan besaran dapil akan dibahas pertama kali dalam rapat ini. Tiga isu lainnya mengikuti. Posisi terakhir mengenai presidential threshold, fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengusulkan 10 sampai 15 persen. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), fraksi Partai Golongan Karya (Golkar), dan fraksi Partai NasDem mengusulkan 20 sampai 25 persen. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) usul presidential threshold sama dengan parliamentary threshold. Partai lain mengusulkan 0 persen.