Home Berita Seruan Membela Demokrasi di Myanmar

Seruan Membela Demokrasi di Myanmar

Comments Off on Seruan Membela Demokrasi di Myanmar
0
227

34 organisasi demokrasi lintas negara menggalang dukungan membela demokrasi di Myanmar. Melalui situs resmi International IDEA (Institute for Democracy Electoral Assistance) dan jejaringnya (5/2), semua organisasi ini menyerukan kepada militer Myanmar yang melakukan kudeta untuk menghormati utuh hasil pemilu, membebaskan sandera politik, tidak melakukan kekerasan, dan mendukung reformasi kelembagaan demokrasi Myanmar.

Para pembela demokrasi ini menolak klaim kudeta pemerintahan oleh militer sejalan dengan konstitusi Myanmar. Pun begitu dengan klaim militer bahwa pemilu Myanmar curang sehingga hasilnya tidak bisa diterima.

“Proses pemilu Myanmar pada konteks pembatasan Covid-19 punya beberapa kelemahan tapi semua ini tetap menyimpulkan hasil pemilu yang kredibel dan mencerminkan keinginan mayoritas rakyat Myanmar,” sebuah kutipan dari 12 organisasi domestik pemantau pemilu di Myanmar.

Para pembela demokrasi pun mengingatkan, transisi demokrasi masih menawarkan harapan terbaik untuk melindungi martabat manusia, memberikan pemerintahan yang sah, dan memajukan kebebasan semua orang. Pembelaan demokrasi ini diharapkan bisa menguatkan solidaritas masyarakat demokrasi internasional dengan rakyat Myanmar sebagai bagian dari proses transisi demokrasi.

Berikut 34 organisasi demokrasi lintas negara yang menandatangani seruan membela demokrasi di Myanmar:

1. International IDEA
2. Forum 2000
3. National Endowment for Democracy
4. Asia Democracy Network
5. Association for Election and Democracy (PERLUDEM)
6. CADAL
7. Center for Development and Democracy (CDD)
8. Centre for Democracy and Development
9. Citizen Power Initiatives for China
10. Democracy Research Institute (DRI)
11. Democracy Today
12. Democratic Decay & Renewal
13. Economic Policy Research Center (EPRC)
14. Election Monitoring and Democracy Studies Center
15. Endowment Prodemos
16. Executive Director at Women’s Peace Network
17. Freedom House
18. Frocad-IDC-CJ3M
19. iLaw (Thailand)
20. Incarner l’Espoir
21. Institute for Public Affairs (Slovakia)
22. International Partnership for Human Rights (IPHR) )
23. Kazakhstan International Bureau for Human Rights and the Rule of Law
24. Kharkiv Human Rights Protection Group
25. Parliamentary Centre
26. Progressive Arc, Proposal2020-Cuba in Plural
27. Raoul Wallenberg Centre for Human Rights
28. Sassoufit collective
29. Sector 3
30. The Cairo Institute for Human Rights Studies (CIHRS)
31. The International Center for Innovation, Transformation and Excellence in Governance (INCITEGov)
32. The Oslo Center
33. V-Dem Institute
34. World Uyghur Congress

https://www.idea.int/news-media/multimedia-reports/defend-democracy-myanmar

https://www.idea.int/sites/default/files/Myanmar%20Statement%20signatories.pdf

Load More Related Articles
Load More By USEP HASAN SADIKIN
Load More In Berita
Comments are closed.

Check Also

DPR dan Pemerintah Harus Merevisi UU Pemilu Sebagai Respon Putusan MK

Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah telah resmi mencabut Rancangan Undang-Undang (RUU) …