Titi Anggraini

Titi Anggraini: Duta Demokrasi, Kerja Kerja Kerja untuk Demokrasi

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mendapatkan kesempatan untuk go internasional sebagai Duta Demokrasi. Sejumlah nama pemimpin negara ikut menjadi Duta Demokrasi, yakni mantan Presiden Latvia, Vaira Vike Freiberga, dan mantan Presiden Kosta Rika, Laura Chinchilla.

Simak wawancara rumahpemilu.org dengan Titi.

 

Bagaimana perasaan Ibu atas penunjukan International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) sebagai Duta Demokrasi?

Saya tentu bangga dan merasa terhormat atas kesempatan yang diberikan oleh International IDEA. Ini juga merupakan pencapaian bagi Perludem dan gerakan masyarakat sipil pro demokrasi di Indonesia.

Kalau dilihat dari nama-nama Duta Demokrasi yang dirilis, saya satu-satunya yang berlatar belakang aktivis organisasi masyarakat sipil di bidang kepemiluan. Duta lainnya berlatar belakang politisi, akademisi terkemuka, pejabat pemerintahan, maupun pejabat negara. Ini jadi tantangan bagi saya agar bisa terus mendorong keterlibatan masyarakat secara optimal dalam kehidupan berdemokrasi.

Ibu akan bekerja bersama orang-orang hebat yang telah malang-melintang di kancah internasional, apa saja rencana Ibu ke depan selama menjadi Duta Demokrasi?

Saya akan berusaha melakukan yang terbaik dalam mempromosikan nilai-nilai demokrasi dan pentingnya mempertahankan demokrasi. Dibutuhkan kerja maksimal, mengajak semua pihak untuk melindungi demokrasi dari ancaman-ancaman kritis yang mereduksi dan melemahkan demokrasi dalam mencapai tujuannya.

Kerja-kerja itu misalnya, melawan politik uang, manipulasi suara, hoax dan kampanye jahat dalam pemilu.

Tadi Ibu mengatakan pentingnya mempertahankan demokrasi. Apa pentingnya?

Demokrasi tidak terjadi secara kebetulan. Demokrasi Indonesia diperoleh melalui proses panjang yang tak mudah. Banyak tantangannya, dan demokrasi juga berhubungan dengan banyak hal.

Oleh sebab itu, demokrasi harus dipromosikan satu paket dengan gerakan anti korupsi, rule of law, juga perlindungan terhadap hak asasi manusia (HAM). Harapannya, demokrasi bisa berujung pada kesejahteraan dan keadilan sosial bagi semua masyarakat.