USEP HASAN SADIKIN

USEP HASAN SADIKIN
Peneliti di Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Pada 2016, lelaki kelahiran Banten ini memimpin Tim Redaksi rumahpemilu.org menjadi nominasi mewakili Indonesia dalam “The Bobs-Best of Online Activism” 2016 (Deutsche Welle, Jerman). Usep pun terlibat mengadvokasi perancangan UU Pemilu sebagai koordinator Sub-Komite KeterwakilanPerempuan di “Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu”. Sebelum di Perludem, warga Depok ini aktif dalam isu feminisme di Yayasan Jurnal Perempuan (2009-2012) dan isu hak warga difabel di Helen Keller International Indonesia (2012). Pada 2018-2022, alumnus Geografi FIMPA UI ini berkesempatan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera melalui Beasiswa Munir Said Thalib. Usep biasa berinteraksi melalui media sosial dan email di usep.99@gmail.com.

Pendidikan Inklusif untuk Pemilu Inklusif

Tanpa maksud tak menghargai capaian positif pemilu dan demokratisasi Indonesia, pemilu masih belum ramah kepada kita semua. Khususnya bagi penyandang cacat/disabilitas (penulis menggunakan terma difabel (diferent ability). Sebab utamanya, penyelenggaraan pemilu yang inklusif tak terintegrasi dengan penyelenggaraan pendidikan inklusif. Tak …

Read More »

Sebelum Partai Korup Terpilih Kembali

Aku punya ide bikin partai baru Namanya partai anjing Logo gambar partai garis segilima Tengahnya gambar anjing Punya program kerja korupsi terang-terangan Yang tak mau korupsi jangan masuk partai kami Kuasai suara di dewan rakyat yang terhormat Korupsi yang banyak …

Read More »

Pilih Caleg atau Partai?

Tahap pemungutan suara Pemilu 2014 tinggal menghitung hari. Rabu, 9 April 2014 setiap warga Indonesia yang menggunakan hak pilih memilih wakil di parlemen. Sudahkah kita tahu, calon legislator yang akan kita pilih? Siapa yang kita pilih untuk Dewan Perwakilan Rakyat …

Read More »

Kuota Vagina untuk Parlemen

Hasil Riset Keterwakilan Politik Perempuan Tingkat Lokal dari Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia di 2012 menemukan kontradiksi isu perempuan antara kuantitas dan kualitas. Puskapol UI mengambil daerah penilitian yang jumlah legislator perempuannya di atas rata-rata DPRD se-Indonesia (16%). Banten 23% …

Read More »

Iseh Penak (Pemilu) Jamanku To?

Judul tulisan ini diambil dari kalimat “Piye kabare? Iseh penak Jamanku to?” yang marak ditulis di kaos dan reklame mobil truk. Kalimat bergambar Soeharto, presiden Orde Baru yang kuasannya langgeng dari Pemilu 1971-1997. Penting mengklarifikasi benar/tidak-nya kalimat itu dengan membandingkan …

Read More »

Membudayakan Pemilu

Apa sebab pemilu belum menarik banyak publik? Banyak dari kita menjawab: dewan dan pemerintahan berjalan tak baik. Partisipasi pemilu tak linear dengan kualitas pemerintahan terpilih. Tapi jika kita melepaskan variabel peserta pemilu dan hasil pemilihan, pada dasarnya pemilu memang belum …

Read More »

Yose Rizal: KPU Harus Optimalkan Media Sosial dan Anggaran Sosialisasi

Pilkada DKI Jakarta 2012 menjadi awal meningkatnya peranan media sosial dalam kampanye politik Indonesia. PoliticaWave.com memantau percakapan media sosial secara realtime live pada waktu Pilkada DKI. Di saat sejumlah lembaga survei menyatakankan Foke-Nachrowi unggul, PoliticaWave.com menunjukkan Jokowi-Ahok sebagai pemenang dengan …

Read More »

Good News is A Good News

Penting mengklarifikasi pernyataan “bad news is a good news”. Berita buruk sebagai berita baik cenderung dimaknai untuk melihat sisi negatif suatu kejadian. Biasanya bertujuan pragmatis. Biar banyak pembaca tertarik sehingga menaikan oplah, “view”, atau rating. Ditambah judul yang bombastis, kejadian …

Read More »

Cita Kampanye Bersih dan Tak Diskriminatif

“WIN-HT? Bersih, Peduli, Tegas!” Kalimat itu belakangan muncul berkala melalui program “Kuis Kebangsaan” di RCTI beserta calon legislator Partai Hanura yang status “caleg”-nya tak di-sebut/tulis-kan. Ini menambah maraknya popularisasi slogan, jargon, sosok, gambar, dan citra peserta pemilu di ruang publik. …

Read More »

Memilih Orang Baik

“Wah. Percuma mas. Sistemnya udah rusak. Siapa yang kepilih, sama aja.” Kalimat itu merupakan jawaban tukang ojek yang biasa mangkal di Tebet Timur IV, Jakarta Selatan. Ia ditanya, “pilih partai apa nanti di Pemilu 2014?” Si tukang ojek mengaku sebagai …

Read More »